Rabu, 5 Agustus 20

Netizen Suarakan Dukungan kepada Titiek Soeharto

Netizen Suarakan Dukungan kepada Titiek Soeharto
* Titiek Soeharto. (Foto: http://titieksoeharto.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Golkar merupakan partai tertua di Indonesia yang tetap eksis hingga kini. Golkar didirikan oleh para perwira TNI AD pada 20 Oktober 1964 untuk membendung pengaruh Partai Komunis Indonesia (PKI). Salah seorang pendiri partai berlambang pohon beringin tersebut adalah Soeharto, yang kemudian menjadi Presiden kedua RI pada periode 1966-1998.

Soeharto menduduki posisi Ketua Dewan Pembina Golkar, yang memiliki kewenangan sangat besar dalam menentukan segala kebijakan. Oleh karena itu Golkar disebut identik dengan Soeharto.

Di era Orde Baru (Orba) pimpinan Soeharto Golkar selalu memenangkan pemilu, yakni Pemilu 1971, Pemilu 1977, Pemilu 1982, Pemilu 1987, Pemilu 1992, dan Pemilu 1997. Memenangkan enam kali pemilu berturut-turut tentu merupakan prestasi yang luar biasa!

Kekuasaan Orba berakhir pada 21 Mei 1998 yang ditandai mundurnya Presiden Soeharto. Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya akibat gerakan reformasi yang dipelopori mahasiswa.

Pasca mundurnya Soeharto, tak sedikit kader-kader Golkar yang mendirikan partai-partai baru. Sementara kader-kader yang loyal berusaha keras agar Golkar tetap eksis. Perjuangan itu berbuah manis. Golkar tetap menjadi partai papan atas. Pada Pemilu 1999, yang merupakan pemilu pertama di era reformasi, Golkar tampil sebagai runner up. Selanjutnya pada Pemilu 2004 Golkar keluar sebagai jawara. Kemudian pada Pemilu 2009 dan 2014 Golkar menduduki peringkat kedua.

Pemilu 2019 telah di ambang pintu. Menjelang hajatan pesta demokrasi lima tahun sekali itu partai beringin dilanda prahara. Ketua Umum (Ketum) Golkar yang juga Ketua DPR Setya Novanto menjadi tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, dan resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Meski ditahan, Novanto ngotot mempertahankan jabatannya sebagai Ketum Golkar. Ia menunjuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) Golkar Idrus Marham sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketum Golkar.

Sejak Novanto ditetapkan sebagai tersangka, dan kemudian ditahan KPK, desakan agar Golkar menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk menggantikan Novanto semakin kuat. Ada tiga nama yang mencuat sebagai calon Ketum, yakni Wakil Ketua Dewan Pakar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar yang juga anggota DPR Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, Koordinator Bidang Perekonomian DPP Golkar yang juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Plt Ketum Golkar Idrus Marham.

Di media sosial netizen menyuarakan dukungannya kepada Titiek. Netizen bernama Abdullah menyatakan keluarga besarnya akan kembali mendukung Golkar jika partai beringin tersebut dipimpin Titiek.

Ibu Titiek pimpin Golkar, kel besar saya dikampung akan kembali ke Pohon beringin…,” kicau Abdullah di akun Twitternya, @Dustteam27, Minggu (10/12/2017).

Tweet-nya tersebut di-mention ke akun Titiek Soeharto, @TitiekSoeharto. Dan Titiek me-retweet kicauan Abdullah itu.

Sementara itu di Twitter netizen berakun @m_ar1f mengaku sedih melihat kondisi Golkar sekarang. Sebagai simpatisan ia tidak bisa berbuat banyak melihat kondisi Golkar.

Kita turun temurun simpatisan golkar dari mulai kakek buyut.sedih liat ni partai skrg mbak. tante saya malah fungsionaris golkar dan InsyaAllah juga orang amanah.tp tidak bisa berbuat banyak liat ni partai sekarang,” tulis akun @m_ar1f yang di-mention ke akun @TitiekSoeharto, Jumat (8/12/2017).

Di bagian lain tweet-nya di hari yang sama akun @m_ar1f mendorong Titiek Soeharto untuk mengambil alih keepemimpinan Golkar.

Ayo Mbak @TitiekSoeharto ambil alih.sayang mas tommy udh buat partai sendiri.jgn mau diubek-ubek lagi. pak akbar tandjung ayo dong selametin ni partai buat yg kedua kali,” tulisnya.

Titiek merespons dengan me-retweet kicauan akun akun @m_ar1f tersebut.

Sebelumnya 29 November 2017 di Twitter netizen berakun @FeryMokoginta mengadakan polling atau jajak pendapat tentang calon ketum Golkar yang diharapkan netizen jika Munaslub digelar pada Desember 2017? Hasil polling menunjukkan Titiek Soeharto meraih suara terbanyak, yakni 78% dari total 6.573 suara.

Titiek Soeharto
Polling calon ketum Golkar di Twitter, 29 November 2017.

Golkar Butuh Sosok Pemimpin Bersih

Titiek mengatakan, Golkar membutuhkan sosok pemimpin yang bersih dan jauh dari perilaku korupsi. Tak hanya itu. Anggota Komisi IV DPR ini juga menegaskan pemimpin Golkar yang baru harus diinginkan rakyat, visioner dalam membesarkan, dan memperbaiki Golkar.

“Tentu yang jauh dari perilaku korupsi. Diinginkan rakyat serta punya visi ke depan untuk membesarkan Golkar. Utamanya jauhkan Golkar dari korupsi,” tandas Titiek di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (10/12/2017).

Ketum Golkar yang juga Ketua DPR Setya Novanto menjadi tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, dan telah ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasca Novanto ditahan desakan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar untuk menggantikan Novanto semakin menguat.
Sebanyak 31 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I mendatangi kantor DPP Golkar di Slipi, Jakarta Barat, Rabu (6/12/2017), dan menyerahkan surat resmi berisi desakan agar DPP menggelar Munaslub. Rapat penyerahan surat tersebut dimulai pukul 15.26. Penyerahan itu berlangsung tertutup selama 15 menit.

Dalam surat itu dicantumkan salah satu poinnya adalah desakan untuk segera menggelar Munaslub untuk memperbaiki citra partai berlambang pohon beringin itu. Ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, aspirasi yang muncul dari forum DPD I menyarankan agar Munaslub digelar pada 16-17 Desember a2017.

Seperti diketahui Novanto untuk kedua kalinya mengajukan gugatan praperadilan. Sebelumnya dia memenangkan sidang praperadilan atas penetapan status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Status tersangka yang disandang Novanto di KPK pun digugurkan hakim tunggal Cepi Iskandar.

“Mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian,” ucap hakim Cepi membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2017).

QqqqNovanto ngotot mempertahankan jabatannya sebagai Ketua DPR dan Ketum Partai Golkar. Novanto berkirim surat kepada pimpinan DPR dan DPP Golkar, Selasa (21/11/2017). Dalam surat tersebut ia meminta DPR dan DPP Golkar tidak membahas tentang pemberhentian dirinya sebagai Ketua DPR maupun sebagai Ketum Golkar.

ADalam surat yang ditujukan kepada DPP Golkar, Novanto menunjuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) Idrus Marham sebagai Pelaksana tugas (Plt) Ketum. Rapat DPP Golkar, Selasa (21/11/2017), menyetujui Idrus sebagai Plt Ketum Golkar.

KPK resmi mengumumkan status hukum Ketua DPR Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Dengan demikian Novanto untuk kedua kalinya ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari KPK beredar di kalangan wartawan. Saat itu Novanto belum diumumkan menjadi tersangka.

“Setelah melakukan gelar perkara, kami menetapkan tersangka atas nama tersangka SN, sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Novanto sebelumnya sempat ditetapkan sebagai tersangka pada 17 Juli 2017. Namun kemudian status tersangkanya itu gugur setelah permohonan praperadilannya dikabulkan oleh hakim Cepi Iskandar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2017).
Kasus ini diduga mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp 2,3 triliun dari total paket pengadaan senilai Rp 5,9 triliun.

Dua dari tersangka e-KTP juga diumumkan sebagai tersangka pada hari Jumat. Yakni eks Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman, pada Jumat, 30 September 2016, dan politikus Partai Golkar Markus Nari pada Jumat, 2 Mei 2017.

Menangkap Novanto ternyata bukan hal yang mudah. KPK mendatangi rumah Novanto di Jalan Wijaya XIII, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017) malam hingga Kamis dini hari. Namun, Novanto tak ada di tempat.

Pada Kamis (16/11/2017) Novanto mengalami kecelakaan mobil di Jakarta, lalu dirawat di RS Medika Permata Hijau, Jakarta. Selanjutnya dipindah ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Jumat (17/11/2017). Kemudian KPK resmi menahan Novanto pada Minggu (19/11/2017). (arh)

 

Baca Juga:

Titiek Soeharto: Pemimpin Baru Golkar Harus Jauh dari Perilaku Korupsi

Doli Kurnia: Titiek Soeharto Punya Kapasitas Pimpin Golkar

Kubu Setya Novanto Mendiskreditkan Titiek Soeharto

Penunjukan Aziz Syamsuddin Sebagai Ketua DPR Tidak Sah

Akbar Tandjung dan Sesepuh Partai Golkar Dukung Titiek Soeharto

Netizen Dorong  Titiek Soeharto Ambil Alih Golkar

Akbar Tandjung Nilai Titiek Soeharto Penuhi Syarat Jadi Ketum Golkar

Pengamat: Titiek Soeharto Berpeluang Besar Pimpin Golkar

Ingin Benahi Golkar, Titiek Soeharto Siap Jadi Ketum

Polling Twitter: Titiek Soeharto Ungguli Airlangga

Dekat dengan Umat Islam, Titiek Dinilai Tepat Pimpin Golkar

Titiek Soeharto, “Kuda Hitam” Ketum Golkar

Kesetiaan Titiek Soeharto pada Golkar

Dedi Mulyadi: Semua Kader Sepakat Munaslub Golkar

Dedi Mulyadi: Akar Rumput Menghendaki Munaslub Golkar

Jadi Ketum Golkar, Airlangga Harus Mundur dari Menteri

Airlangga Klaim Telah Direstui Jokowi

Jelang Munaslub Golkar : Idrus Marham vs Airlangga

Kepada DPP dan DPD Tingkat I, Ical Usulkan Munaslub Golkar

Muchtar: Pengganti Novanto, Pendukung Rezim Jokowi

Publik Sudah Muak pada Setya Novanto

Jika Jadi Ketum Golkar, Airlangga Harus Mundur dari Kabinet!

Setya Novanto For President

KPK Tegaskan Punya Bukti Kuat Novanto Terlibat Kasus e-KTP

Wapres JK Minta Golkar Gelar Munaslub Gantikan Novanto

Kasus Novanto Episode Terburuk dalam Sejarah Golkar

Politisi Golkar Tuntut Novanto Mundur Sebagai Ketua DPR

Peneliti NSEAS: Novanto Tersangka, Golkar Tidak Akan Menjauh dari Jokowi

Setya Novanto Gandeng Pengacara Kondang Otto Hasibuan

Novanto Resmi Huni Rutan KPK

Syamsuddin: SN Mestinya Legowo Mundur

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.