Senin, 27 Mei 19

Inilah Peraih Obsession Awards 2019

Inilah Peraih Obsession Awards 2019
* Obsession Awards 2019. (foto: dok OMG)

Best Regional Leaders

Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Bupati Dharmasraya

Naskah: Arif Rahman Hakim Foto: Edwin B./Istimewa

Sutan Riska Tuanku Kerajaan

Berawal dari rasa prihatin melihat kondisi fasilitas kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan publik di Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan memiliki obsesi mulia untuk melakukan perubahan di Kabupaten Dharmasraya menuju arah yang lebih baik. Ketika menjabat bupati, ia pun membuat beragam gebrakan untuk membenahi daerah penghasil kelapa sawit tersebut.

Menjabat sebagai Bupati termuda adalah sesuatu prestasi, di umurnya yang baru 27, Sutan Riska harus mengurusi kepentingan orang banyak, tapi berkat keinginannya yang kuat hal itu bukan menjadi masalah besar bagi dirinya, hal itu terlihat dari kinerja yang telah diperolehnya untuk memberikan kesejahteraan. Berbagai gebrakan dilakukan Sutan Riska, antara lain menjadikan Dharmasraya menjadi kabupaten pro investasi. Berkat kebijakannya itu sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit menanamkan investasi dalam pengolahan crude palm oil (CPO). Nilai investasi pembangunan pabrik CPO lebih Rp30 miliar. Selain itu ada juga pengusaha yang berinvestasi di bidang properti, seperti perumahan, rumah toko, pasar dan kantor. Lalu membuat program meningkatkan sumber daya manusia (SDM) untuk generasi muda. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya menggelar pendidikan dan latihan (diklat) yang melibatkan 608 orang.

Mereka diasah kemampuannya oleh tenaga ahli untuk menjadi tenaga andal di setiap bidang. Keterampilan yang diajarkan meliputi bidang otomotif, menjahit, elektronik, teknik informatika teknologi, prosesing hasil pertanian terhadap tata boga, dan lain sebagainya. Berbekal keterampilan tersebut mereka diharapkan mudah memperoleh pekerjaan. Program lainnya yang telah terwujud, yaitu membangun daerah pinggiran. Jalan yang dulu berlumpur kini berubah menjadi hitam aspal dan beton. Kampung-kampung yang dulu gelap sekarang telah dialiri listrik dari PLN. Di bidang kesehatan, Sutan Riska melanjutkan pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) yang terbengkalai, membangun puskesmas baru, meningkatkan pelayanan Puskesmas di perbatasan menjadi rumah sakit, mengganti alat-alat kesehatan di RSUD lama yang tidak pernah diperbarui sejak puluhan tahun RSUD itu berdiri. Selain itu, ia juga menambah dokter spesialis, membuka pelayanan cuci darah, dan menyebar tenaga kesehatan lebih merata dan proporsional ke daerah-daerah sesuai kebutuhan.

Sutan Riska juga meningkatkan penyediaan obat di Puskesmas, penyediaan alat-alat labor, membangun labor cuci darah, menjadikan Labor Kesehatan Daerah (Labkesda) lulus akreditasi dari lembaga akreditasi Kementerian Kesehatan RI. Peningkatan layanan semua puskesmas tersebut, yaitu rawat inap supaya mengurangi pasien yang harus datang ke RSUD lantaran waktu tempuhnya bisa mencapai 4 jam. Di tahun 2019 ini, Pemkab Dharmasraya mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kesejahteraan wali nagari dan perangkat nagari melalui tunjangan dan peningkatan jumlah honorarium. Peningkat kesejahteraan tersebut dinilai penting karena pemerintah daerah menyadari beban tugas aparatur pemerintah nagari semakin hari semakin berat. Bahkan, tidak hanya untuk aparatur pemerintah nagari, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran untuk peningkatan biaya operasional lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada di nagari. Selain itu di bawah kepemimpinannya, Pemkab Dharmasraya tak henti menunjukkan komitmennya dalam memajukan dan mengembangkan sektor Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Sutan

Berbagai upaya dilakukan, mulai dari memberikan pelatihan, pembinaan, pendampingan, hingga memfasilitasi bantuan permodalan. Tak hanya itu, Sutan Riska juga mengunjungi Kementerian Koperasi dan UKM RI untuk berkonsultasi dan meminta dukungan guna pengembangan koperasi dan UKM di kabupaten penghasil kelapa sawit tersebut. Hal itu dilakukan untuk lebih menggairahkan kehidupan ekonomi masyarakat melalui kedua sektor ini demi terwujudnya Dharmasraya yang mandiri secara ekonomi. Demi membantu orang yang tidak memiliki rumah, Sutan Riska mendapat alokasi anggaran senilai Rp6 miliar lebih untuk program pembangunan rumah khusus dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dengan anggaran tersebut, setidaknya ada 52 unit rumah khusus yang akan dibangun, yang diperuntukan bagi masyarakat yang tidak mempunyai rumah dengan beberapa ketentuan khusus. Sungguh sebuah anugerah yang patut disyukuri dan kerja keras yang patut diapresiasi. Bulan Desember 2018 menjadi penghujung tahun yang manis bagi Sutan Riska dikarenakan sederet penghargaan nasional diraih oleh Pemkab Dharmasraya, seperti Penghargaan Pasar Tertib Ukur dari Kementerian Perdagangan kepada tiga pasar, yakni Pasar Pulau Punjung, Pasar Koto Agung dan Pasar Ampalu.

Kemudian, penghargaan Kabupaten/ Kota Peduli Hak Asasi Manusia dari Kementerian Hukum dan HAM, Nirwasita Tantra dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Kementerian Sosial, Manggala Karya Kencana dari BKKBN Pusat, Satyalancana Pembangunan dari Presiden, Piagam WTP dari Kementerian Keuangan, serta penghargaan dari Menteri KLH dan Kehutanan RI kepada bupati sebagai Pembina Kampung Iklim. Lalu, prestasi atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Kabupaten Dharmasraya saat ini yang menjadi nomor wahid untuk tingkat Provinsi Sumatera Barat. Awal 2019, Sutan Riska untuk yang ketiga kalinya secara berturutturut diganjar penghargaan Nirwasita Tantra/Green Leadership dari pemerintah pusat karena dinilai berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan sehingga mampu memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerah yang ia pimpin.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.