Sabtu, 23 Maret 19

Inilah Peraih Obsession Awards 2019

Inilah Peraih Obsession Awards 2019
* Obsession Awards 2019. (foto: dok OMG)

Best Regional Leaders

M. Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan

Naskah: Subhan Husaen Albari Foto: Sutanto/stimewa

Nurdin Khalid

Kepiawaiannya membangun dan menata Kabupaten Bantaeng selama 10 tahun rupanya meninggalkan rekam jejak yang baik di masyarakat. Nama Nurdin Abdullah pun menjadi tersohor sampai ke negeri seberang. Tak heran, atas dedikasi dan kinerjanya membangun negeri, pria kelahiran 7 November 1963 ini akhirnya sukses menduduki jabatan lebih tinggi di struktur pemerintahan daerah dari seorang Bupati Bantaeng menjadi Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel).

Rekam jejak dan prestasinya dalam bekerja adalah kunci utama dari kemenangan Nurdin bersama Wakilnya Andi Sudirman Sulaiman memimpin Sulsel selama periode 2018-2023. Modal sosial yang ia bangun sudah ditanam sejak 2008 lalu saat pertama kali dipercaya sebagai Bupati Bantaeng. Bahkan jauh sebelum itu, Nurdin menjadi satu-satunya bupati pertama di Sulsel dengan gelar profesor. Berlatar belakang akademisi sebagai guru besar ilmu kehutanan di Universitas Hasanuddin, Makassar, Nurdin masuk menjadi salah satu orang tersukses dalam tiga wadah besar. Baik itu di bidang pendidikan, bisnis, maupun politik pemerintahan. Publik tentu masih ingat bahwa salah satu potret kesuksesan Nurdin di Kabupaten Bantaeng yang terdengar sampai Negeri Paman Sam adalah menciptakan layanan kesehatan ‘mobile ambulans’ yang beroperasi selama 24 jam. Nurdin memodifikasi mobil Nissan Elgrand yang merupakan hibah dari pemerintah Jepang untuk dijadikan ambulans. Bahkan, Konsul Jenderal Amerika Serikat Joaquin Monserrate, terbang ke Bantaeng pada akhir 2014 lalu untuk melihat langsung pertumbuhan ekonomi dan layanan kesehatan yang dikembangkan Nurdin.

Bukan itu saja, selama tujuh tahun ia memacu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bantaeng. Hasilnya Bantaeng mengalami pertumbuhan dari 4,7 persen menjadi 9,2 persen selama kurun waktu tersebut. Kini Bantaeng menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. Semasa kepemimpinannya, Nurdin memiliki kebiasaan untuk bertemu langsung dengan warganya. Seolah tanpa sekat, warga masyarakat memiliki kebiasaan berkumpul pada pagi hari untuk bertemu Bupati. Setiap hari Selasa sampai Jumat pagi Nurdin selalu membuka rumahnya untuk warga yang ingin bersilahturahmi. Jalinan emosional pun terbangun. Kesuksesan itu yang menjadi modal besar bagi Nurdin untuk melangkah ke arah lebih tinggi. Beberapa program mutu di Bantaeng juga akan diterapkan di Sulsel, seperti revitalisasi kelembagaan petani di mana kelompok tani dilakukan revitalisasi kelompok dengan mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga kelompok tani yang berbadan hukum. Penggunaannya berbasis teknologi. Lalu yang tak kalah penting adalah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh kabupaten. Cara itu sudah dilakukan Nurdin di Bantaeng, baik pembangunan waduk, jalan, sarana olahraga, pasar malam, atau pusat kuliner.

Nurdin

Dalam rapat Paripurna Istimewa di Sekretariat DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin, 10 September 2018 lalu, Nurdin selaku Gubernur menyampaikan lima visi utama pembangunan di Sulsel. Pertama, Sulsel Bersih Melayani; kedua, Sulsel Sehat Cerdas; ketiga, Sulsel Terkoneksi; keempat, Sulsel Mandiri Sejahtera; dan kelima Sulsel Berkarakter. Di 100 hari kerja setelah dilantik sebagai pejabat. Nurdin mengaku fokus membenahi birokrasi dan pelayanan publik di lingkup Pemprov Sulsel seperti perizinan. Lalu menyelesaikan infrastruktur dan membangun konektivitas. Memuluskan seluruh jalan provinsi, termasuk memperlebar yang sempit seperti ruas Gowa – Sinjai, menjadi prioritas utama Nurdin. Membangun konektivitas itu sekaligus satu paket dengan pembenahan bandara perintis, seperti Bandara Bua di Luwu dan Bandara Seko di Luwu Utara.

Satu hal yang tak kalah penting juga adalah melanjutkan pembangunan rel kereta api Makassar-Parepare. “Salah satu pekerjaan utama kita adalah menyelesaikan pekerjaan terisolir, daerah tertinggal, itu kan masih banyak,” tegas Nurdin belum lama ini. Melalui Tim Ahli Percepatan Pembangunan Daerah (TAPD) dan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Pemprov Sulsel Tahun 2019, perlahan program dijalankan. Nurdin sudah melakukan kerja sama dengan Australia di berbagai sektor, di antaranya pariwisata, peternakan, pendidikan, dan juga proyek kerja sama dalam beberapa hal berkaitan dengan penelitian. Untuk bidang peternakan, Australia akan membawa Tim Ahli ke Sulsel untuk membicarakan beberapa hal teknis. Seperti diketahui Australia memang mempunyai banyak pengalaman di sektor ini.

Nurdin menjelaskan, untuk pengembangan Sapi akan dilakukan di Seko, Luwu Utara, dan Takalar. Tujuannya tidak lain agar stok daging di Sulsel tidak lagi didatangkan dari impor. Targetnya 2021 Sulsel akan menjadi lumbung daging nasional. Kepedulian Pemprov Sulsel di daerah kabupaten sangat tinggi. Belum lama ini, Nurdin memberikan uang Rp23 miliar untuk masyarakat Bulukumba. Terdiri dari bantuan keuangan sebesar Rp15,2 miliar untuk pembangunan/pengaspalan akses wisata Bira, Bara, dan Mandalaria, Rp6 miliar untuk pembangunan Jembatan ruas Bantang-Tabuang-Kindang-Munte, serta Rp1,8 miliar untuk pembangunan jalan Kindang – Munte. Selain itu, diserahkan pula bantuan satu unit ambulans. Bantuan tersebut diserahkan Nurdin pada peringatan Hari Jadi Bulukumba ke 59, di halaman Masjid Islamic Center Dato Tiro. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro sampai memberikan apresiasi bahwa Pemprov Sulsel merupakan provinsi pertama di Indonesia yang memiliki komitmen pembangunan rendah karbon. Program pembangunan rendah karbon tersebut merupakan salah satu program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.