Minggu, 25 Oktober 20

Kampung Muslim Rohingya Dihancurkan Rezim Myanmar

Kampung Muslim Rohingya Dihancurkan Rezim Myanmar
* Nasib muslim Rohingya digencet rezim Myanmar. (Voanews)

Nampaknya, rezim Myanmar bersama Budha ektrim telah ketahuan berulah brutal. Perkampungan warga muslim Rohingya dihancurkan dengan dalih untuk pembangunan fasilitas pemerintahan Myanmar.

Berdasarkan hasil temuan BBC, seluruh perkampungan warga Muslim Rohingya di Myanmar telah dihancurkan dan digantikan dengan barak-barak polisi, bangunan pemerintahan, serta kamp relokasi pengungsi.

Dalam tur bersama pemerintah Myanmar, BBC mengunjungi empat lokasi di mana sejumlah fasilitas dibangun di atas lahan yang berdasarkan gambar satelit sebelumnya merupakan kawasan permukiman warga Rohingya. Pejabat setempat membantah pembangunan di atas kampung-kampung Rohingya di negara bagian Rakhine.

Pada 2017, lebih dari 700.000 warga Rohingya meninggalkan Myanmar saat berlangsung operasi militer. PBB menggambarkan peristiwa itu sebagai “pembersihan etnis”. Myanmar (yang juga disebut Burma) telah membantah aksi pembantaian besar-besaran oleh pasukannya.

Myanmar, negara mayoritas pemeluk agama Buddha, terus menyangkal pasukannya melakukan pembersihan etnis dan genosida. Sekarang negara itu mengatakan mereka siap menerima kembali beberapa pengungsi.

Akan tetapi, pada bulan lalu, upaya untuk mulai merepatriasi pengungsi Rohingya kembali gagal, setelah tak satu pun dari 3.450 orang yang disetujui Myanmar menaiki kendaraan yang telah disiapkan untuk mereka.

Mereka berdalih kurangnya pertanggungjawaban pemerintah atas aksi kejam yang terjadi pada 2017, dan ketidakpastian tentang apakah mereka akan mendapatkan kebebasan bergerak atau status kewarganegaraan.

Anehnya lagi, rezim Myanmar menyalahkan Bangladesh. Namun, Myanmar mengatakan bahwa mereka telah mempersiapkan diri untuk menerima kembali banyak pengungsi.

Untuk menunjukkannya, pemerintah Myanmar mengundang wartawan, termasuk BBC, untuk melihat fasilitas mereka.

Akses menuju Rakhine biasanya sangat terbatas. Kami pergi ke sana bersama konvoi pemerintah, dan tidak diperkenankan untuk merekam video maupun mewawancarai orang di sana tanpa pengawasan polisi.

Namun kami dapat melihat dengan jelas bukti penghapusan komunitas Rohingya yang dilakukan dengan rapi.

Institut Kebijakan Strategis Australia, yang menganalisa foto satelit, memperkirakan setidaknya 40% perkampungan warga Rohingya yang rusak oleh aksi kekerasan pada tahun 2017 telah dihancurkan sepenuhnya.

 

Temuan BBC di Myanmar
Pihak pemerintah membawa kami ke kamp transit Hla Poe Kaung, yang dikatakan mampu menampung 25.000 pengungsi yang kembali. Menurut rencana, mereka akan tinggal selama dua bulan di sana sebelum pindah ke permukiman permanen.

Kondisi kamp yang selesai dibangun tahun lalu itu pun buruk, toilet umumnya rusak. Bangunan itu didirikan di atas lahan yang sebelumnya merupakan dua kampung Rohingya, yaitu Haw Ri Tu Lar dan Thar Zay Kone, yang dihancurkan setelah aksi kekerasan tahun 2017.

Ketika BBC menanyakan kepada pengelola kamp Soe Shwe Aung tentang alasan mereka menghancurkan perkampungan Rohingya, ia membantah bahwa telah dilakukan penghancuran.

Namun saat BBC menunjukkan foto satelit yang menunjukkan hal sebaliknya, ia lantas mengatakan bahwa ia belum lama menerima pekerjaan itu dan tidak bisa menjawab.

BBC lalu dibawa ke Kyein Chaung, kamp relokasi, tempat rumah-rumah telah dibangun dengan dana dari pemerintah Jepang dan India sebagai tempat tinggal jangka panjang bagi para pengungsi yang kembali.

Akan tetapi, kampung Rohingya bernama Myar Zin diratakan dengan tanah untuk membangun kamp ini, yang lokasinya dekat dengan barak-barak baru Polisi Penjaga Perbatasan – sebuah unit pasukan keamanan yang dituduh warga Rohingya berada di balik aksi penyiksaan kejam tahun 2017.

Berbicara tanpa disorot kamera, pejabat di sana mengonfirmasi penghancuran Kampung Myar Zin.

Kampung Muslim Dibakar
Tepat di luar kota utama, Maungdaw, yaitu wilayah Myo Thu Gyi, yang dulunya berpenduduk lebih dari 8.000 warga Rohingya.

Pada September 2017, BBC mendokumentasikan Myo Thu Gyi saat berkendara melewatinya dalam sebuah konvoi pemerintahan juga.

Banyak rumah yang sudah terbakar, namun bangunan-bangunan lebih besar masih utuh, dan pepohonan yang biasanya mengelilingi perkampungan Rakhine juga masih ada di sana kala itu.

Namun kini, saat melintasi daerah Myo Thu Gyi yang sama, yang ada adalah kompleks pemerintahan dan kepolisian yang luas. Pepohonannya sudah tak ada.

Kami juga diajak ke Inn Din, desa yang terkenal akibat pembunuhan terhadap 10 pria muslim yang ditangkap pada September 2017, satu dari sedikit aksi kekejaman yang diakui oleh militer Myanmar.

Sekitar tiga perempat populasi Inn Din adalah Muslim, sementara sisanya adalah pemeluk Buddha. Kini, tidak ada jejak warga muslim yang tersisa. Wilayah Rakhine itu tenang dan damai.

Namun ketika Anda tiba di lokasi di mana sebelumnya berdiri rumah-rumah warga Rohingya, pepohonannya telah hilang, digantikan dengan pagar kawat yang mengelilingi barak-barak baru Polisi Penjaga Perbatasan yang luas.

Warga Budha Rakhine mengatakan kepada BBC bahwa mereka tidak akan pernah lagi menerima warga muslim tinggal berdampingan dengan mereka. (*/BBC)

Sumber: BBC News Indonesia

 

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.