Jumat, 29 Mei 20

Rezim Myanmar Tolak ICC Selidiki Pembantaian Muslim Rohingya

Rezim Myanmar Tolak ICC Selidiki Pembantaian Muslim Rohingya
* Bersama Budha ekstrim, rezim militer Myanmar membakar dan melakukan pembantaian terhadap minoritas muslim Rohingya.

Rezim militer Myanmar menolak permintaan jaksa penuntut Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang ingin melakukan penyelidikan mengenai kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia berupa pembantaian (genosida) terhadap minoritas Muslim Rohingya.

Juru bicara militer Myanmar, Brigadir Jenderal Zaw Min Htun, kepada AFP, Kamis (27/6) mengatakan, militer dan pemerintah Myanmar tidak mengabaikan masalah ini dan telah berusaha menindak mereka yang melakukan pelanggaran.

“Myanmar punya komite investigasi yang meninjau masalah (Rohingya) ini dan mereka (ICC) harus menghormati apa yang kami lakukan. Campur tangan ICC merusak martabat pemerintah dan militer Myanmar,” ujarnya.

Zaw Min melontarkan pernyataan tersebut sebagai reaksi atas langkah jaksa penuntut ICC, Fatou Bensouda, yang berencana memperdalam investigasinya terkait dugaan tindak kejahatan terhadap Rohingya ke tahap selanjutnya.

Sebelumnya, Bensouda telah membuka penyelidikan awal terkait dugaan pelanggaran HAM terhadap Rohingya pada September lalu. AFP melaporkan, ia telah mengajukan permintaan kepada hakim ICC untuk membuka penyelidikan ini secara penuh.

Lebih dari 6.000 Muslim Rohingya tewas dan 8.000 lainnya cidera dalam serangan yang dilakukan tentara Myanmar bersama ekstremis Budha di Rakhine selama dua tahun terakhir.

Sebelumnya, juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Pierre Perron mengungkapkan kekhawatirannya atas gelombang baru penumpasan Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine oleh militer Myanmar.

IRNA melaporkan, Pierre Perron Selasa (15/1) meminta pemerintah Myanmar secepatnya mempersiapkan kebebasan akses dan tanpa batas bagi pengiriman bantuan kemanusiaan kepada Muslim Rohingya.

Ia menambahkan, PBB mengkhatirkan kendala akses ke desa-desa Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine karena ribuan muslim sejak awal tahun hingga kini meninggalkan rumah-rumah mereka di kawasan ini menyusul bentrokan baru.

Kejahatan dan aksi penumpasan militer serta ekstrimis Budha Myanmar terhadap Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine di barat negara ini memicu krisis kemanusiaan di kawasan tersebut.

Militer dan ekstrimis Budha selama dua tahun lalu menumpas Muslim Rohingya dan mengakibatkan ribuan orang tewas dan sekitar satu juta orang mengungsi ke Bangladesh.

Sementara itu, PBB menyebut militer Myanmar pelaku aksi genosida terhadap Muslim Rohingya. (ParsT/Red)

 

 

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.