Selasa, 9 Agustus 22

Reaktivasi Jalur KA Dukung Pariwisata Jabar

Reaktivasi Jalur KA Dukung Pariwisata Jabar
* Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (kiri) bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah), dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf (kanan) saat mengunjungi kawasan objek wisata Situ Bagendit di Kabupaten Garut, Jabar, Jumat (26/4/2019) sore. (Foto: Kemenpar)

Garut, Obsessionnews.com –  Pariwisata Indonesia naik daun dalam empat tahun terakhir ini. Sejumlah objek wisata di berbagai daerah telah populer di mancanegara. Tahun ini pemerintah menargetkan Indonesia dikunjungi sebanyak 20 juta wisatawan mancanegara (wisman).

Untuk mencapai target tersebut pemerintah gencar mempromosikan objek-objek wisata, berbagai event kesenian, kebudayaan, olah raga, dan lain sebagainya.

 

Baca juga:

KUR Kembangkan Usaha Pariwisata Maluku Tenggara

Gandeng TikTok Indonesia, Kemenpar Promosikan Pariwisata

Manfaatkan Tourism 4.0 untuk Menangkan Persaingan Pariwisata di Pasar Global

 

Selain itu yang juga tak kalah pentingnya adalah pemerintah membangun berbagai infrastruktur, termasuk transportasi, yang mempermudah wisatawan menuju ke lokasi objek wisata.

Salah satu di antaranya yang dilakukan pemerintah adalah reaktivasi atau pengaktifan kembali jalur kereta api (KA) di Jawa Barat (Jabar) bagian selatan. Hal ini diharapkan mampu benar-benar mendorong kemajuan pariwisata di wilayah Garut, Pangandaran, dan Ciwidey.

Reaktivasi jalur KA ini sejak awal ditujukan untuk mendorong kemajuan sektor pariwisata yang dampaknya akan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Kementerian Perhubungan menginisiasi empat proyek reaktivasi jalur KA meliputi Cibatu-Garut-Cikajang (47,5 km), Rancaekek-Tanjungsari (11,5 km), Banjar-Pangandaran-Cijulang (82 km), dan Bandung-Ciwidey (37,8 km).

 

Baca juga:

Pariwisata Jadi Tumpuan Ekonomi Indonesia

Pembangunan KEK Pariwisata Belitung Menuju Terwujudnya ‘Bali Baru’

KUR Pariwisata Dukung Target Kunjungan 20 Juta Wisman

 

“Reaktivasi keempat jalur KA ini untuk mendukung pariwisata yang ada di Garut, Pangandaran, dan Ciwidey sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Barat,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di kawasan objek wisata Situ Bagendit di Kabupaten Garut, Jabar, Jumat (26/4/2019) sore.

Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kementerian Pariwisata pada kesempatan itu sejumlah menteri kabinet kerja dan para pejabat melakukan kunjungan kerja bersama di Situ Bagendit, yakni Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Pekerjaan Um dan Perumahan Rakyat yang diwakili Dirjen Cipta Karya Danis H Sumadilaga, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dan Bupati Garut Rudy Gunawan.

 

Baca juga:

Kemenpar Ajak Pelaku UMKM Pariwisata Maksimalkan KUR

Danau Toba Luncurkan 17 Event Pariwisata Internasional

Dongkrak Kinerja Pariwisata, Kemenpar Terapkan ‘Grand Marketing Strategy’

 

Rombongan para menteri Kabinet Kerja menggunakan kereta wisata melintasi jalur KA yang direaktivasi dari Stasiun Bandung ke Stasiun Cibatu. Kemudian dilanjutkan dengan kendaraan darat sekitar 15 menit ke Situ Bagendit.

Arief Yahya menjelaskan, konektivitas kereta api sebagai unsur penting dari 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) sangat digemari wisatawan karena nyaman.

“Wisatawan bisa menggunakan kereta api wisata yang dioperasikan oleh PT KAI,” kata Arief.

Empat jalur KA hasil reaktivasi, lanjutnya, akan menjadi konektivas utama ke objek wisata yang ada di Garut, Ciwidey, dan Pangandaran.

“Dari Bandung ke objek wisata Situ Bagendit melalui Stasiun Cibatu hanya sekitar 1,5 jam. Sepanjang perjalanan wisatawan dapat menikmati pemandangan alam dari kereta api. Ini perjalanan yang ideal bagi wisatawan,” ujarnya.

Ke depan Situ Bagendit akan direvitalisasi dan ditata ulang agar menjadi destinasi yang lebih menarik dan berkelas dunia.

“Untuk menarik wisatawan milenial, Kemenpar bersama Bupati Garut akan membangun tiga destinasi digital,” tandas Arief.

Sementara itu Ridwan Kamil menjelaskan, Pemprov Jabar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar dan Pemerinah Pusat melalui Kementerian PUPR sebesar Rp100 miliar untuk merevitalisasi obyek wisata Situ Bagendit.

“Kami menargetkan tahun depan revitalisasi akan selesai sehingga ketika kita kembali ke sini sudah banyak perubahan,” tandasnya.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, melalui kegiatan pariwisata ekonomi masyarakat di sekitar Situ Bagendit semakin meningkat dan angka kemiskinan dapat turun hingga 2%.

“Kegiatan pariwisata berdampak langsung pada kesejahteraan masyakat,” tuturnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.