Sabtu, 31 Oktober 20

KUR Kembangkan Usaha Pariwisata Maluku Tenggara

KUR Kembangkan Usaha Pariwisata Maluku Tenggara
* Objek wisata di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. (Foto: Kemenpar)

Maluku Tenggara, Obsessionnews.com – Salah satu program pemerintah yang besar manfaatnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah menunjuk beberapa bank untuk memberikan pinjaman modal kepada para pelaku UMKM, agar usahanya semakin berkembang. Dana KUR tersebut antara lain untuk usaha di sektor pariwisata.

Program KUR dianggap sebagai bentuk perhatian pemerintah bagi upaya pengembangan usaha pariwisata di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.

Plt. Sekda Kabupaten Maluku Tenggara M. Teslatu mengatakan, potensi pariwisata yang dimiliki daerahnya memungkinkan masyarakat setempat untuk bisa membangun usaha pariwisata, serta mengembangkan usahanya melalui pinjaman modal yang diberikan melalui KUR.

“Pariwisata merupakan program unggulan Pemda Kabupaten Maluku Tenggara. Maka pengembangan pariwisata di sini menjadi prioritas utama Pemda,” ujar Teslatu dalam acara sosialisasi KUR di Maluku Tenggara, Kamis (25/4/2019).

Dikutip Obsessionnews.com dari siaran pers Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Sabtu (27/4), dalam kesempatan itu Teslatu mengungkapkan, usaha pariwisata yang bisa dilakukan oleh masyarakat di Maluku Tenggara sangat beragam. Mulai dari transportasi, penginapan baik dalam bentuk hotel maupun homestay, kuliner, oleh-oleh, dan pengadaan paket-paket perjalanan.

“Para pelaku usaha dan industri pariwisata merupakan elemen penting dalam pembangunan pariwisata. Keduanya saling melengkapi,” tandasnya.

Dengan demikian, lanjutnya, pelaku usaha bisa memanfaatkan pinjaman bunga rendah yang melalui perbankan penyelenggara KUR. Saat ini jumlah pelaku usaha di Maluku Tenggara yang meminjam modal ke perbankan masih sangat sedikit. Diharapkan jumlahnya terus bertambah sehingga usaha pariwisata di Maluku Tenggara juga berkembang.

Melibatkan Lima Unsur
Sementara itu Kabid Investasi Destinasi Pariwisata Mugiyanto yang mewakili Asdep Investasi Pariwisata Kemenpar Hengky Manurung, menyatakan, bahwa pengembangan pariwisata hendaknya dilakukan dengan melibatkan lima unsur penting yakni pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.

Selain itu, keberhasilan pariwisata juga ditentukan oleh tiga pilar utama, yaitu wisatawan, ketersediaan destinasi dan sumber daya manusia, masyarakat, dan industri pariwisata.

Menurut Mugiyanto, pemberian pinjaman bunga rendah dalam bentuk KUR ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dan perbankan dalam pengembangan industri kecil pariwisata.

“Tahun 2019 ditetapkan target devisa US$ 17,6 miliar serta ada 13 juta lapangan pekerjaan bidang pariwisata,” ujarnya.

Untuk memajukan pariwisata daerah, lanjutnya, pemda perlu melakukan elaborasi keunggulan daerah dipadukan dengan kebutuhan wisatawan.

“Misalnya daerah Danau Toba yang kini banyak didatangi wisatawan, kita bisa memasukkan unsur pariwisata halal di
dalamnya. Artinya, makanannya diperhatikan, ada petunjuk arah kiblat salat bagi wisatawan muslim, dan lain- lain,” tandasnya.

Hal yang sama bisa dilihat di Jepang. Baju khas Jepang, yakni kimono, mulai diproduksi menjadi kimono yang dilengkapi penutup kepala mirip hijab.

Tanpa Agunan
Pada kesempatan tersebut Penyelia Pemasaran BNI Kantor Cabang Pembantu Kabupaten Maluku Tenggara Clinnox Lilihata
menjelaskan mengenai pinjaman bunga rendah atau KUR yang diberikan oleh Bank BNI.

“Untuk pinjaman di bawah Rp25 juta, pinjaman dapat dilakukan tanpa agunan. Syaratnya cukup mudah, yakni usaha sudah dilakukan selama 6 bulan dan sudah memiliki laba, KTP/surat nikah, usia peminjam minimal 21 tahun atau sudah menikah dan tidak memiliki catatan perbankan yang buruk,” jelasnya.

Sementara itu untuk pinjaman berjumlah Rp26 juta hingga Rp500 juta, bunga pinjaman yang dibebankan kepada peminjam hanya 7% pertahun.

Menanggapi hal ini, salah satu pelaku usaha kuliner di Maluku Tenggara, Karmila (42), mengatakan dirinya berencana untuk mengajukan pinjaman KUR ke perbankan.

“Semoga nanti saat mengajukan pinjaman, kepengurusannya mudah seperti yang disosialisasikan hari ini, sehingga betul-betul membantu pelaku UMKM di sini,” sambung Karmila. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.