Minggu, 24 Maret 19

Pembangunan KEK Pariwisata Belitung Menuju Terwujudnya ‘Bali Baru’

Pembangunan KEK Pariwisata Belitung Menuju Terwujudnya ‘Bali Baru’
* Pembangunan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung (Babel), terus berjalan menuju terwujudnya "Bali Baru" di kawasan seluas 324 hektare. (Foto: Facebook Kementerian Pariwisata)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pembangunan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung (Babel), terus berjalan menuju terwujudnya “Bali Baru” di kawasan seluas 324 hektare.

Kabupaten Belitung yang masuk dalam 10 destinasi prioritas pariwisata terus berbenah untuk pengembangan wisata nasional termasuk dalam hal pembangunan KEK Pariwisata di wilayah itu yang terus dikebut dan dalam waktu dekat segera diresmikan.

 

Baca juga:

Bali Jadi Desa Film Pertama di Indonesia

Kelola Villa Kayangan DHM Kerja Sama dengan PT Bali Resort Eksotis

‘Villa Kayangan’ Segera Beroperasi di Bali, Mei 2019

Pengembangan Zona Wisata Film di Baliwood Land

 

“KEK pariwisata sudah ‘on the track’, Rencananya Presiden Joko Widodo akan meresmikan KEK ini pada 16 Maret 2019. Luasnya mencapai 324 hektare di Tanjung Binga,” kata Kepala Dinas Pariwsata Kabupaten Belitung, Hermanto di Belitung, seperti dikutip obsessionnews.com dari siaran pers Kementerian Pariwisata, Jumat (8/3/2019).

Kesiapan lainnya, lanjut Hermanto, terkait infrastruktur akses jalan ke Tanjung Binga yang juga sudah mulus dengan sarana dan prasarana penunjang lainnya sudah hampir rampung.

“Investor sudah ada yang masuk. Saat ini Sheraton Hotel hampir 90 persen proses pembangunannya. Sedangkan dari perpajakan dan kepabeanan sudah siap dengan sistem online single submission atau OSS,” tuturnya.

Replika Sekolah Laskar Pelangi. (Foto: Facebook Kementerian Pariwisata)

Untuk akses ke Belitung, pemerintah daerah sedang menjajaki kerja sama dengan maskapai berbiaya rendah Air Asia agar terbang langsung dari berbagai wilayah ke negeri Laskar Pelangi itu.

“Kami akan mengakselerasi, rencananya Juni 2019 akan berjalan. Namun saya berharap kalau memungkinan penerbangan bisa direalisasikan lebih cepat,” tandasnya.

Air Asia rencananya akan terbang secara reguler dari Kuala Lumpur menuju ke Tanjung Pandan. Lalu Penerbangan Air Asia dari Jakarta ke Belitung juga akan dilayani setiap hari. Sementara dari Surabaya ke Tanjung Pandan akan dilayani empat kali dalam sepekan.

Tidak hanya infrastruktur, Hermanto menambahkan, seluruh masyarakat harus mendukung Belitung dalam rangka meraih predikat sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Sebab status tersebut akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat luas.

“Pada Juni 2019 akan dilakukan verifikasi terkait UGG. Sambil menunggu itu, kami terus mempersiapkan dan melengkapi hal-hal yang dianggap kurang. Dan terus melakukan pembenahan di 17 geosite yang akan dinilai,” ujarnya. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.