Rabu, 25 Mei 22

Manfaatkan Tourism 4.0 untuk Menangkan Persaingan Pariwisata di Pasar Global

Manfaatkan Tourism 4.0 untuk Menangkan Persaingan Pariwisata di Pasar Global
* Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara Millennial Gathering 2019 di Swiss–Belhotel Borneo Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (30/3/2019). (Foto: Kemenpar)

Samarinda, Obsessionnews.com Kaum milenial diajak untuk memanfaatkan keunggulan pariwisata di era revolusi industri 4.0 atau tourism 4.0 untuk memenangkan persaingan sektor pariwisata di pasar global.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam acara Millennial Gathering 2019 di Swiss–Belhotel Borneo Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (30/3/2019) siang, yang dilansir di laman Facebook Kementerian Pariwisata, Minggu (31/3).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi.

Menurut Arief, pariwisata Indonesia telah memasuki era revolusi industri 4.0 yang akan mengubah secara mendasar wajah berbagai industri, termasuk industri pariwisata.

Hal ini ditandai dengan berubahnya perilaku wisatawan yang sangat digital selain juga semakin dominannya travellers milenial.

“Sekitar 70% travellers melakukan ‘search dan share’ melalui platform digital dan lebih dari 50% inbound travellers kita adalah kaum milenial,” kata Arief.

Ia mengajak kaum milenial di Kaltim agar memanfaatkan era revolusi industri 4.0 (tourism 4.0) menjadi sumber keunggulan kompetitif baru dalam memenangkan pariwisata di pasar global.

Arief menjelaskan, era industri 4.0 akan mengubah serta mendisrupsi industri pariwisata secara mendasar dengan terwujudnya “cost value”. Atau dikenal dengan “more for less, experience value (personalized)”, dan platform value (resources sharing) yang dinikmati para travellers.

Terwujudnya seamless dan personalized experience, menurut Arief, karena adanya peran teknologi 4.0 antara lain big data analytics, artificial intelligence, internet of things (IoT), robotics, augmented reality, cloud computing, maupun blockchain. Sebagai contoh konkret adanya robotic airport guide/helper memungkinkan dan membantu para travellers mempercepat proses check-in dan boarding di bandara.

Selain itu dengan memanfaakan teknologi augmented reality (AR) juga memungkinkan munculnya pelayanan e-concierge,
m-payment, atau personal assistant di hotel. Begitu pula adanya teknologi virtual reality menjadikan seluruh informasi destinasi wisata tidak lagi melalui brosur atau penjelasan para guide. Tetapi sudah memanfaatkan teknologi virtual reality lewat smartphone di tangan para travellers. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.