Minggu, 25 Agustus 19

KUR Pariwisata Dukung Target Kunjungan 20 Juta Wisman

KUR Pariwisata Dukung Target Kunjungan 20 Juta Wisman
* Kredit Usaha Rakyat. (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pemerintah memiliki kepedulian yang besar terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu bentuk kepedulian itu adalah melalui program  Kredit  Usaha Rakyat (KUR), yakni pemberian pinjaman dana kepada pelaku UMKM yang disalurkan oleh bank-bank yang ditunjuk oleh pemerintah.

Untuk menyukseskan target pemerintah terkait fasilitasi penguatan modal bagi pelaku usaha sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar agenda Sosialisasi dan Coaching Clinic Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku UMKM pada sektor pariwisata di berbagai destinasi pariwisata di Indonesia.

 

Baca juga:

Kemenpar Ajak Pelaku UMKM Pariwisata Maksimalkan KUR

Kunjungi Sentra UKM di Banyuwangi, Menkop Pantau Penyaluran KUR

APKLI Minta Pemerintah Kawal Penyaluran KUR

Punya Usaha, Kader HMI Bisa Ajukan KUR ke Kemenkop dan UKM

 

Asisten Deputi Investasi Pariwisata Kemenpar  Henky Manurung menyampaikan peraturan pemberian KUR sektor pariwisata telah direalisasikan sejak 2018. Dan hal ini adalah kesempatan emas yang sebaiknya dimaksimalkan oleh para pelaku UMKM pariwisata.

Pemberian KUR sektor pariwisata telah direalisasikan sejak 2018.

“Melalui sosialisasi KUR ini, kami berharap dapat memfasilitasi para pelaku UMKM pariwisata di berbagai destinasi di Indonesia untuk memperoleh informasi terkait akses permodalan KUR yang diberikan Pemerintah. Detail persyaratan untuk mengakses program penguatan modal KUR nantinya akan dijelaskan oleh pihak bank, jadi silakan gunakan dengan baik peluang ini,” tutur Henky melalui siaran pers.

Rencananya 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP) di Indonesia akan dipilih menjadi lokasi sosialisasi dan coaching clinic pembiayaan KUR bagi para pelaku UMKM pariwisata. Sosialisasi ini merupakan langkah nyata Kemenpar untuk mengakselerasi pengembangan kegiatan perekonomian di sektor riil dalam rangka penanggulangan dan pengentasan kemiskinan, serta perluasan kesempatan kerja di 10 DPP melalui skema khusus pembiayaan dan permodalan yang terjangkau.

“KUR pariwisata diarahkan agar bisa diakses pelaku usaha pariwisata terutama yang berada di 10 destinasi prioritas dan 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN),” ujar Henky.

Dia berharap fasilitasi KUR bidang pariwisata ini mampu mendukung tercapainya target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) tahun ini. Oleh karena itu Kemenpar bersama beberapa mitra perbankan terus gencar melakukan sosialisasi kepada para stakeholder pariwisata agar segera memanfaatkan KUR.

Sebelumnya kegiatan sosialisasi pemanfaatan KUR ini telah dilaksanakan di beberapa destinasi yang berbeda, yakni Humbang Hasundutan ( Sumatera Utara), Magelang (Jawa Tengah), Kalianda ( Lampung), Serang ( Banten), Malang (Jawa Timur), Lombok (Nusa Tenggara Barat), Tanjung Pinang (Kepulauan Riau). Penyelenggaraan acara di destinasi tersebut memiliki misi yang sama, yakni memacu para pelaku UMKM bidang pariwisata semakin produktif dalam meningkatkan usahanya.

“Kami berharap acara ini dapat meningkatkan motivasi rekan-rekan pelaku UMKM pariwisata dalam mengembangkan pariwisata daerah. Kini para pelaku UMKM pariwisata juga tidak perlu resah terkait kendala modal, karena program KUR adalah salah satu solusi masalah permodalan yang ditawarkan oleh pemerintah,” tandasnya.

Syarat

Syarat untuk mengakses program KUR sangat mudah, bagi seluruh WNI yang menggeluti usaha yang telah berjalan minimal 6 bulan, tidak sedang menerima kredit produktif dari perbankan, maka permohonan pembiayaan KUR dapat diajukan. Adapun dokumen yang harus dilampirkan antara lain fotokopi e-KTP, KK, surat nikah (bagi yang sudah menikah), dokumen jaminan untuk kredit di atas Rp 25 juta, surat ijin usaha (SIUP, TDP, SITU, HO), dan NPWP untuk KUR ritel.

Selain itu suku bunga yang ditawarkan melalui program KUR dianggap sangat ringan karena para pelaku UMKM bidang pariwisata hanya perlu membayar bunga sebesar 7% efektif pertahun.

Sejak tahun lalu pemerintah telah menunjuk 41 bank penyalur KUR bidang pariwisata, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, BTPN, BCA, dan BTN. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.