Rabu, 11 Desember 19

Polda Jabar Ambil Alih Kasus Tiga Perempuan Terkait Video Kampanye Hitam Jokowi

Polda Jabar Ambil Alih Kasus Tiga Perempuan Terkait Video Kampanye Hitam Jokowi
* Video kampanye hitam terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi- Ma'ruf Amin. (Foto: medsos)

Karawang, Obsessionnews.com – Kepolisian Resor Karawang, Jawa Barat (Jabar), menangkap tiga orang ibu-ibu atas dugaan ujaran kebencian terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi- Ma’ruf Amin. Ketiganya ditangkap pada 24 Februari 2019 malam. Mereka adalah Engqay Sugiyanti, Ika Peranika, dan Citra Widaningsih.

“Tiga orang wanita itu kami amankan sebagai langkah preventif terjadinya konflik yang lebih besar,” kata Kapolres Karawang, AKBP Nuredy Irwansyah Putra di Mapolres Karawang, Senin (25/2/2019).

 

Baca juga:

Kampanye Hitam Jokowi-Maruf di Karawang, Polisi Tunggu Hasil Bawaslu

Jokowi Tak Paksa Tanah HGU Dikembalikan

Kedatangan Prabowo di Jombang Disambut Pendukung Jokowi

 

Nuredy menyebut ketiga perempuan yang terkait dengan dugaan video berisi kampanye hitam itu sudah diserahkan ke Polda Jabar untuk menghindari konflik. Namun, Nuredy enggan menjelaskan status hukum tiga ibu-ibu tersebut saat ini. 

“Pemeriksaan sudah diambil alih oleh Polda Jawa Barat sejak dini hari,” ucap Nuredy.

Nuredy mengungkapkan, pengamanan ketiga perempuan itu dilakukan personel Polres Karawang dibantu penyidik Polda Jabar pada Minggu (24/2/2019) malam di Cikampek, Karawang.

“Ketiganya juga meminta perlindungan kepada kepolisian sehingga ketiganya diamankan ke Polres Karawang, kemudian dibawa ke Polda (Jabar) untuk dilakukan penyelidikan selanjutnya,” katanya.

Salah satu dari ketiga perempuan itu merupakan pemilik akun Twitter @citrawida5 yang mengunggah video yang dugaan kampanye hitam terhadap Jokowi-Ma’ruf. Video tersebut sempat viral, salah satunya di media sosial Twitter dan Instagram.

Sebelumnya, video ibu-ibu yang menyebut jika Jokowi terpilih kembali, tidak akan ada azan lagi, viral di media sosial. Video tersebut salah satunya diunggah akun Instagram indozone.id.

Dalam video tersebut tampak dua perempuan tengah berbicara kepada salah seorang penghuni rumah dalam bahasa Sunda. Diduga hal itu untuk memengaruhi warga agar tidak memilih Jokowi pada pilpres mendatang.

“Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tiyung. Awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin (Tidak ada lagi suara azan, tidak ada lagi yang memakai kerudung. Perempuan sama perempuan boleh menikah, laki-laki sama laki-laki boleh menikah,” kata perempaun dalam video tersebut.

 

Baca juga:

Sibuknya Jokowi Klarifikasi Isu PKI (bagian terakhir dari 4 tulisan)

Sibuknya Jokowi Klarifikasi Isu PKI (bag 3)

Sibuknya Jokowi Klarifikasi Isu PKI (bag 2)

Sibuknya Jokowi Klarifikasi Isu PKI (bag 1)

 

Bahkan di Twitter tanda gambar (tagar) #CitraWidaPelacurPOLITIK turut menjadi trending topic. Citra Wida dengan akun @citrawida5 disebut sebagai pengunggah pertama video tersebut oleh akun el-diablo @MemeTanpaHurufK.

Akun ini kemudian menyebut si pengunggah beralamat di Perum Gading Elok 1, Blok 14O Nomor 12A. Sayangnya, saat ini akun tersebut telah dinonaktifkan.

Pemilik rumah di alamat tersebut, Aswandhi, mengaku tidak tahu apa-apa soal video tersebut. Bahkan dia mengaku tidak kenal dengan laki-laki dan perempuan di foto yang beredar itu.

Ketua RW 029, Perum Gading Elok 1 Karawang, Dikdik Kurniawan mengatakan, alamat yang disebut sebagai pengunggah benar ada di wilayahnya. Namun, setelah dicek, perempuan yang disebut sebagai Citra bukanlah pemilik rumah tersebut.

“Alamat identik, tapi orangnya bukan,” katanya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.