Jumat, 13 Desember 19

Sibuknya Jokowi Klarifikasi Isu PKI (bag 2)

Sibuknya Jokowi Klarifikasi Isu PKI (bag 2)
* Presiden Joko Widodo (Jokowi) diwawancarai wartawan usai bersilaturahmi dengan keluarga besar Persatuan Islam (Persis) di Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/10/2017) malam. (Foto: Setkab)

Jakarta, Obsessionnews com – Sebelumnya Presiden Jokowi berbicara blak-blakan masalah yang berkaitan dengan PKI ketika bersilaturahmi dengan keluarga besar jamiyyah Persatuan Islam (Persis) di Masjid PP Persis Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/10/2017) malam. Terutama berseliwerannya cerita yang menyangkutkan dirinya dengan PKI.

 

Baca juga: Sibuknya Jokowi Klarifikasi Isu PKI (bag 1)

 

Menurut Jokowi, di media sosial ada yang menampilkan tokoh PKI DN Aidit tahun 1955 yang berpidato di dekatnya ada dirinya. Jokowi mengaku heran gambarnya kok persis dirinya, dan diakuinya itu gambar dirinya. Masalahnya, lanjut Jokowi, tahun 1955 itu dirinya belum lahir. Bahkan waktu PKI dibubarkan tahun 1965, Ia mengaku masih balita (bawah lima tahun).

“Ya itulah informasi-informasi yang berseliweran, ya tentu saja harus saya jawab itu. Kalau ndak nanti kalau ada yang percaya kan berbahaya sekali seperti itu. Ada isu ada yang percaya, berbahaya kalau ndak saya ngomong blak-blakan seperti ini,” ucapnya.

Karena dirinya tidak terbukti kader PKI, Jokowi menjelaskan, isu PKI ganti diarahkan ke orang tuanya. Jokowi tidak habis pikir, karena sebetulnya gampang sekali untuk membuktikan. Ia mengingatkan sekarang ini dunia sangat terbuka sekali. Kalau mau cek entah keluarga, entah bapak ibu, entah kakek nenek kan sangat mudah sekali sekarang ini.

“Persis memiliki cabang di Solo ndak Pak kyai? Oh di Jawa Tengah, di Jawa Tengah kan ada, ya tabayyun saja ke sana biar betul-betul mantep gitu lho,” tuturnya

Jokowi mengakui jika kadang-kadang isu soal PKI itu hanya berseliweran seperti itu. Namun, kalau lama-lama informasi itu ada terus bisa dianggap sebuah kebenaran.

“Kalau saya terbuka saja, kami persilakan itu,” tegasnya. (arh)

(Bersambung)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.