Sabtu, 14 Desember 19

Sibuknya Jokowi Klarifikasi Isu PKI (bag 1)

Sibuknya Jokowi Klarifikasi Isu PKI (bag 1)
* Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyalami para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam Apel Babinsa se-Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/7/2018). (Foto: Humas Setkab/Oji)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menjelang Pilpres 2019 berbagai isu miring menghantam Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satu isu besar yang melanda capres nomor urut 01 itu adalah ia diisukan sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tentu saja Jokowi tidak terima dengan tudingan tersebut. Untuk itu ia sibuk melakukan klarifikasi di berbagai kesempatan, bahwa dirinya kader PKI adalah hoax.

Dalam catatan Obsessionnews.com Jokowi antara lain mengklarifikasi isu PKI di acara apel Bintara Pembina Desa (Babinsa) se-Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Selasa (17/7/2018) pagi,

Ketika itu Jokowi mengingatkan segenap Babinsa untuk mengantisipasi perubahan yang sangat cepat sekali, yang hitungannya bisa hari, minggu, atau bulan, yang akan mengubah bidang ekonomi, sosial, politik, dan semuanya.

Oleh karena itu ia menekankan agar para Babinsa jangan sampai salah mengantisipasi perubahan tersebut.

Ia menegaskan, Babinsa harus siap, dan berada di barisan paling depan dalam mengantisipasi ini, radikalisme dan terorisme agar jangan sampai dibiarkan berkembang ke mana-mana.

“Isu-isu yang menyebabkan keresahan jangan sampai berkembang di mana-mana, bisa meresahkan masyarakat,” tandasnya.

Jokowi memberikan contoh isu yang menyebutkan dirinya anggota PKI yang berkembang di bawah. Padahal, menurutnya, logikanya Babinsa bisa menjelaskan PKI dibubarkan tahun 1965, sementara dirinya lahir tahun 1961. Artinya, lanjutnya, umurnya baru 4 tahun saat itu, dan tidak ada namanya PKI balita (bayi di bawah lima tahun).

“Logikanya itu saja. Tarik lagi ke isu yang lain, orang tuanya, kakek-neneknya. Ini yang namanya politik tapi bisa meresahkan masyarakat,” tuturnya.

Jokowi
mengingatkan sekarang zamannya terbuka, cabang ormas Islam seperti Nadhlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, atau Al Irsyad bisa mengecek dengan mudah ke masjid dekat rumah orang tuanya.

“Gampang sekali, jangan sampai isu-isu meresahkan rakyat kita, menjadi kewajiban kita bersama untuk menjelaskan dengan logika dan nalar,” tegasnya. (arh)

(Bersambung)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.