Minggu, 15 September 19

Jokowi Tak Paksa Tanah HGU Dikembalikan

Jokowi Tak Paksa Tanah HGU Dikembalikan
* Presiden Jokowi tiba di Cilacap dam disambut Gubernur Jawa Tengah Ganja Pranowo. (Foto: Twitter Ganjar Pranowo)

Jakarta, Obsessionnews.com – Isu soal tanah Hak Guna Usaha (HGU) milik Prabowo Subianto masih ramai diperbicangkan di publik. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato Konvensi Rakyat, pada Minggu (24/2/2019) malam kemarin juga sempat menyinggung kembali soal tanah Prabowo.

Saat debat kedua capres 17 Februari 2019 lalu. Prabowo memang menyebut, siap mengembalikan kalau negara menginginkan. Di lain waktu Jokowi pun merespons jika pemerintah siap menerima tanah HGU.

 

Baca juga:

Kedatangan Prabowo di Jombang Disambut Pendukung Jokowi

Sibuknya Jokowi Klarifikasi Isu PKI (bagian terakhir dari 4 tulisan)

Sibuknya Jokowi Klarifikasi Isu PKI (bag 3)

Sibuknya Jokowi Klarifikasi Isu PKI (bag 2)

Sibuknya Jokowi Klarifikasi Isu PKI (bag 1)

 

Usai meresmikan PLTU Cilacap, Jawa Tengah, Jokowi menjelaskan kembali bahwa pernyataannya tersebut tidak bersifat memaksa. Karena, seperti tanah milik Prabowo baik di Kalimantan maupun di Aceh, adalah HGU yang punya dasar hukum sehingga dikuasai.

“Bukan memaksa, karena kita juga tahu kepastian hukum harus ada,” kata Jokowi, Senin (25/2/2019).

Dia memastikan, negara tahu aturan hukum. Maka tidak mungkin lahan yang memiliki HGU langsung diambil, karena sudah menjadi hak dari penerima, termasuk Prabowo.

“Setiap hak yang diberikan kepada investor, kepada pengusaha, kepada rakyat itu kepastian hukum harus jelas, sehingga kalau sudah diberi HGU ya itu hak guna usaha,” katanya.

Namun karena ada yang menyatakan siap mengembalikan, maka kata Jokowi, ia singgung lagi saat Konvensi Rakyat di Sentul Minggu malam kemarin.

“Saya ulang, karena kan ada yang menyampaikan kalau tanahnya diperlukan negara akan diberikan, kalau diperlukan negara akan diberikan. Ya saya dengan senang hati akan saya terima kalau memang mau diberikan. Hingga saya bisa membagi bagikan kepada rakyat,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.