Mahasiswa Tidak Perlu Tergesa-gesa Lulus

Yogyakarta, Obsessionnews.com – Mahasiswatidak perlu tergesa-gesa untuk lulus kuliah. Hal itu dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat menanggapi pernyataan Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Nizam dalam Kuliah Umum Mahasiswa Baru Pascasarjana Fakultas Teknik UGM, Selasa (27/8/2019). Baca juga:Ini Harapan Rektor UGM kepada Mahasiswa BaruRektor UGM Wisuda 845 Lulusan PascasarjanaMahasiswa UGM Bina Kelas Pintar Gizi untuk Anak Autis “Kalau tadi Pak Nizam mengatakan ada stigma “masuk UGM susah, keluar susah”, menurut saya menempuh pendidikan tidak perlu tergesa-gesa. Pendidikan harus dinikmati. Tiga anak saya di UGM, tidak ada satu pun yang saya perbolehkan untuk mengikuti akselerasi sejak SD, SMP dan SMA. Saya sekolah (Pascasarjana) di Amerika enam tahun, tidak satu hari pun saya membolos. Waktu tidak akan kembali lagi,” kata Basuki. Dikutip obsessionnews.com dari situs pu.go.id, Rabu (28/8), dalam kesempatan itu Basuki mengungkapkan, fokus pemerintah saat ini adalah Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Indonesia Maju. Hal ini karena persaingan global yang tidak lagi antara yang besar dengan kecil, namun antara yang cepat dengan yang lambat. Karena itu dalam menempuh pendidikan, mahasiswa tidak hanya mengejar ijazah, tetapi substansi juga harus dikuasai dan prosesnya harus dinikmati. “Smart is a must, but not sufficient. Pandai harus, tapi tidak cukup dengan menjadi pandai untuk berhasil. Selain smart, kita juga harus memiliki akhlakul karimah untuk bisa memenangkan kompetisi,” pesan Basuki. Basuki yang merupakan alumni Fakultas Teknik UGM tahun 1979 mengatakan, setelah lulus dan bekerja yang menjadi landasan dirinya dalam bekerja dan berkarir adalah keluarga dan almamater. “Semoga saya tetap bisa terus istiqomah,” katanya. Baca juga:Usut Tuntas Dugaan Oknum Polisi Beri Miras ke Mahasiswa Papua!Mahasiswa Papua Sepakat Tidak Keluar dari JemberKepala BNN Imbau 8.000 Mahasiswa Baru USU Jauhi Narkoba Halaman selanjutnya Selain memberikan semangat kepada mahasiswa baru, Basuki juga menyampaikan pembangunan infrastruktur yang diamanahkan kepada Kementerian PUPR. Pada dasarnya Kementerian PUPR membangun infrastruktur sebagai wujud menerjemahkan visi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Kalau visi Presiden tentang pembangunan infrastruktur tidak berhasil, maka yang salah adalah menterinya yang tidak bisa melaksanakan visi Presiden, mengingat jabatan menteri adalah pembantu Presiden,” ujarnya. Kepada mahasiswa baru, Menteri Basuki juga menyampaikan bahwa visi pemindahan lokasi Ibu Kota Negara (IKN) merupakan katalis peningkatan peradaban manusia Indonesia, melalui representasi ibukota negara. IKN juga dibangun untuk menjamin keberlanjutan sosial, ekonomi, lingkungan. “Terakhir, desain kota yang mencerminkan identitas bangsa, mulai dari Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD 45,” pungkasnya. Turut hadir dalam kuliah umum tersebut Dekan Fakultas Teknik UGM Nizam, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR Widiarto, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII Semarang Akhmad Cahyadi, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.(arh)





























