Jumat, 22 Januari 21

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Basuki Hadimuljono

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Basuki Hadimuljono
* Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Hasil kerja kementerian yang dipimpinnya memberikan dampak yang luar biasa bagi rakyat. Betapa tidak, infrastruktur jalan, sungai, dan perumahan, adalah sesuatu yang vital. Sosok Basuki Hadimuljono adalah figur yang mampu mengejawantahkan keinginan Presiden Jokowi dan tentunya rakyat dalam membangun fasilitas kehidupan tersebut.

Cara kerjanya yang cerdas dan trengginas menjadikan alumni Universitas Gajah Mada, Yogyakarta ini bisa berakselerasi dengan program pemerintah di bidang pembangunan infrastruktur jalan dan pengairan, serta perumahan. Maka tak heran kalau ia mampu begitu gesit melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan sejumlah ruas jalan tol, perumahan dan jalan-jalan di perbatasan. Ambil contoh kecil saja, ia sangat cekatan untuk mengeluarkan Instruksi Menteri (Inmen) untuk mendorong percepatan pembangunan jalan tol. Sementara itu, terkait masalah pembebasan lahan yang selama ini menjadi penghambat penyelesaian tol ini, juga dia percepat dengan memaksimalkan payung hukum Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Tak berlebihan kalau Presiden Jokowi yang bertekad ingin melakukan percepatan kerja, selalu ‘melecut’ para menterinya untuk lebih baik lagi dan Presiden Jokowi di tahun 2016 pernah mengapresiasi kinerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. “Saya berbahagia sekali di Kementerian PUPR, sudah bisa memulai seperti yang 4-5 bulan lalu sampaikan, bahwa kontrak harus dimulai di awal Januari dan pekerjaan juga sama,” ujar Jokowi. Presiden Jokowi senang karena rencana pengerjaan proyek infrastruktur di awal 2016 terwujud. Sebanyak 644 paket proyek infrastruktur senilai Rp 8,81 triliun mulai digarap di awal 2016, yang dikawal Kementerian PUPR di bawah kepemimpinan Basuki Hadimuljono.

Di tahun 2017 ini, Basuki menargetkan kementeriannya dapat mendukung tiga program prioritas nasional yakni ketahanan air/pangan, konektivitas dan perumahan permukiman. Begitupun dengan pembangunan jalan perbatasan menurut Basuki akan menjadi prioritas utama dalam program konektivitas.

Apa yang dilakukan Doktor Teknik Sipil dari Colorado State University, Amerika Serikat, ini tentu tak lepas dari jam kerjanya sebagai seorang birokrat karir di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Setidaknya, posisi penting pernah ia tangani di kementerian tersebut. Semisal Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum periode 2005–2007, dilanjutkan menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum periode 2007–2013 dan Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum.

Kurang lebih tiga tahun memimpin Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), sudah banyak kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang ditugaskan kepadanya berhasil ia implementasikan. Meski belum semua, tapi setidaknya action sudah berjalan beberapa jam setelah Basuki dilantik sebagai menteri.

Basuki memang memiliki prinsip bekerja don’t do something as usual dan selalu dengan melaksanakan setiap pekerjaan berbasis pada prioritas. Sebagai sang komandan di Kementerian PUPR, Basuki tentu sudah menerapkan hal itu sejak awal. Sekadar contoh kecil, salam rapat Kabinet atau pertemuan dengan para pejabat negara lainnya, Ia sangat rajin mencatat masukan-masukan terkait hal-hal yang menjadi tanggungjawab kementeriannya. Jika ada masukan penting dan ia tak menemukan alat untuk mencatat, maka telapak tangannya pun ia relakan jadi pengganti buku notes.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.