Minggu, 26 Mei 19

Petinggi MUI Sebut Tengku Zulkarnain Ceroboh

Petinggi MUI Sebut Tengku Zulkarnain Ceroboh
* Tengku Zulkarnain menghadiri acara reuni 212 bareng Amien Rais dan Prabowo Subianto. (Foto Instagram Tengku Zulkarnain)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indoensia (MUI) Tengku Zulkarnain tentang pemerintah akan melegalkan zina lewat Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) membuat dirinya banyak dibully, karena ternyata dia tidak baca RUU itu sebelum bicara. Alhasil, Tengku meminta maaf kepada publik.

 

Baca juga:

Mengakui Salah, Ustaz Tengku Zulkarnain Minta Maaf

Gagalkan RUU PKS

Rapat Baleg DPR Sepakt RUU PKS Masuk Prolegnas

DPR Targetkan RUU PKS Selesai Masa Sidang VI

PKS Menilai Pembatalan RUU Pemilu oleh Pemerintah Kontraproduktif

 

Menanggapi hal itu Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid Sa’adi menilai, pernyataan Tengku adalah sikap pribadi dan bukan mewakili organisasi MUI. “MUI tidak bertanggung jawab atas pernyataannya tersebut,” ujar Zainut dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, (14/3/2019).

Zainut menjelaskan, apa yang disampaikan Tengku dengan mengklaim pernyatannya bersumber dari hasil kajian staf ahli atau Komisi Hukum dan Perundang-undangan (Kumdang) MUI tidak benar. Ia heran dengan pernyataan Tengku terkait RUU PKS ditemukan pasal kewajiban pemerintah menyediakan alat kontrasepsi untuk pasangan remaja dan pemuda yang ingin melakukan hubungan seksual.

“Apa yang disampaikan oleh Tengku Zulkarnain sama sekali tidak berdasar dan merupakan bentuk kecerobohan yang sangat nyata,” ujar petinggi MUI ini menjelaskan.

Kemudian ia menekankan pihak MUI memang memiliki perhatian serius terhadap RUU PKS. Namun, MUI menugaskan kepada Komisi Kumdang dan Komisi Fatwa untuk melakukan pengkajian dan pendalaman.

Zainud mengatakan, hasil pengkajian MUI nanti akan direkomendasikan kepada DPR dan Pemerintah untuk dijadikan sebagai bahan masukan. Hal ini dengan tujuan RUU PKS tak bertentangan dengan nilai-nilai agama dan Pancasila.

Untuk itu, ia mengimbau kepada semua pihak khususnya tokoh agama, elit politik lebih bijak dan cermat dalam menyampaikan pendapat ke publik. Penting karena hal ini untuk menghindari kegaduhan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.