Minggu, 24 Maret 19

Gagalkan RUU PKS

Gagalkan RUU PKS

Saat ini di gedung DPR/MPR siap2 diketok palu RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS), oleh anggota legislatif yg terhormat.

Dari namanya sungguh indah, tapi ternyata bermaksud hanya untuk mengelabui masyarakat.

RUU ini berpandangan bahwa yg berhak mengontrol tubuh perempuan adalah perempuan. Perempuan bebas dari kekerasan seksual.

Bahwa perempuan harus diberikan kekuatan hukum untuk melindungi dirinya, ini benar dan sangat bagus, akan tetapi ada kekosongan yg sengaja diciptakan supaya penumpang gelap bisa masuk.

Tidak ada pengaturan tentang kejahatan seksual, yaitu hubungan seksual yg melanggar norma susila dan agama.

Pemaksaan hubungan seksual bisa kena jerat hukum, termasuk suami yg memaksa istri berhubungan badan. Sementara hubungan seksual suka sama suka, walaupun di luar pernikahan, diperbolehkan.

Pemaksaan aborsi bisa dijerat hukum, sedangkan yg sukarela diperbolehkan. Bahkan, seorang ibu yg memaksakan anak perempuan nya untuk berhijab, bisa dijerat hukum. Ekstrim, bukan ?

Relasi yg dibahas adalah relasi kuasa berbasis gender, artinya lelaki yg merasa jadi perempuan boleh berhubungan badan dg sesama lelaki, asal suka sama suka.

Kalimat2 hukum yg tertera dalam draft tersebut seolah menipu awam, padahal konsekwensi dari hal tersebut adalah FREE SEX.

Jenis RUU ini adalah inisiatif yg asalnya dari anggota legislatif yg terhormat. Sudah digodok selama dua bulan ini untuk disahkan di sidang paripurna.

Apa kabar anggota dewan dari partai Islam ? Jangan terlalu berharap, jumlah mereka tidak seberapa dibanding anggota dewan yg pro terhadap paham feminisme.

Untuk diketahui, rencana strategi mereka selanjutnya adalah kontrasepsi gratis dan bebas akses utk remaja.

RUU P-KS jelas melanggar nilai kebenaran, dan mengganggu keadilan bagi keluarga Indonesia yg meyakini bahwa perzinaan di lihat dari segi manapun adalah perbuatan keji, meskipun dilandasi suka sama suka!!!

Jika anggota dewan yg terhormat sudah tidak mampu lagi menahan agar RUU P-KS ini tidak disahkan, saatnya rakyat Indonesia yg mencintai keluarga nya untuk lantang bersuara: MENOLAK!!!

Ikuti petisi nya di sini :
http://chng.it/zCMw22LS

Semarang, 26 Januari 2019.
Diposting: Abdul Malik

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.