Senin, 23 September 19

Parmusi Siap Bersinergi dengan Wali Kota Kembangkan Dakwah di Jambi

Parmusi Siap Bersinergi dengan Wali Kota Kembangkan Dakwah di Jambi
* Ketua Umum PP Parmusi Usamah Hisyam saat membuka acara Muswil Parmusi Jambi di Kota Jambi, Jumat (13/9/2019). (Foto: Albar/ OMG)

Jambi, Muslim Obsession – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persaudaraan  Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam menyatakan siap bersinergi dengan Wali Kota Jambi Syarif Fasha untuk mengembangkan dakwah Islamiah, bukan hanya di Kota Jambi tapi juga seluruh Provinsi Jambi.

 

Baca juga:

Ketum Parmusi Beri Hadiah Rp3 Juta untuk Qori Anak Kelas 6 SD

Desa Madani Parmusi di Muaro Jambi Kembangkan Bisnis Konfeksi untuk Umat

Resmikan Desa Madani, PP Parmusi Berikan 10 Ekor Sapi di Langkat

Parmusi Kunjungi Desa Madani di Pedalaman Medan

Ujian Sidang Tesis, Ketum Parmusi Dicecar Dosen UIN Jakarta

Ketum Parmusi Resmi Sandang Gelar Magister

 

Hal itu disampaikan Usamah saat membuka acara Musawarah Wilayah (Muswil) III Parmusi Provinsi Jambi di Kota Jambi yang juga dihadiri Wali Kota Jambi Syarif Fasha. Usamah memberikan apresiasi atas program-program keislaman Fasha di Kota Jambi yang sudah mendapat perhatian masyarakat.

“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang peduli terhadap umat. Pemimpin yang mau ikut berjuang dalam medan dakwah untuk kemaslahaan masyarakat yang lebih luas. Ini saya liat sudah ada dalam diri Pak Wali Kota, karenannya Parmusi Wilayah harus mendukung program-program keislaman ke arah yang lebih luas,” ujar Usamah di Kota Jambi, Jumat (13/9/2019).

Menurutnya, program Wali Kota Jambi punya kolerasi yang sama dengan Parmusi yang sudah mengedepankan dakwah sebagai gerakan utamanya dibandingkan politik. Di bawah kepemimpinan Usamah, kini Parmusi lebih condong mengembangkan politik peradaban dengan terjun langsung ke masyarakat seperti tagline-nya Menyapa Menata dan Membela umat.

“Politik peradaban itu artinya membangun masyarakat yang beradab dengan strategi Menyapa Menata dan Membala melalui program-program keumatan, yakni Desa Madani. Dimana dakwah menjadi jalan utama membangun peradaban masyarakat yang madani,” tuturnya.

Untuk itu, guna mengembangkan dakwah ke arah yang lebih luas, Parmusi kata dia, juga harus membangun sinergitas atau hubungan baik bersama pemerintah dan aparat. Dari tingkat pusat sampai pemerintah desa. Terlebih konsep Desa Madani Parmusi berada di pelosok-pelosok desa, tanpa dukungan dari aparat desa juga sulit tercapai.

“Pak Wali Kota ini bagus, meski partainya bukan dari partai Islam, tapi kelihatannya tampak lebih Islami, karena programnya selalu mendukung kepentingan Umat Muslim. Jadi harus kita dukung, bangun kerja sama,” jelasnya.

Program-program Wali Kota Jambi Syarif Fasha memang banyak mengakomodir kepentingan umat Islam. Misal, selama memimpin, Fasha sudah mampu menjadikan Umat Islam lebih berkembang seperti menempatkan guru hafiz Al-Quran untuk mengajar di sekolah negeri. Program ini juga bisa dijadikan dakwah islamiah untuk anak sekolah dengan pendidikan karakter.

“Sejauh ini kita sudah mewisuda 1.500 hafidz Alquran. Pemkot berupaya untuk mewisuda para hafidz Al-Quran lebih banyak lagi dengan mewisuda minimal 2000 hafidz di tahun 2020. Itu target saya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pemuda-pemudi yang hafidz Al-Quran juga diminta bekerja di Pemkot Jambi sebagai tenaga honorer. Pemkot Jambi juga sudah berulang kali mengadakan lomba MTQ. Bahkan pihaknya sudah menyerahkan bonus kepada para kafilah MTQ dan kafilah FASI senilai Rp 1,05 miliar. Untuk juara satu mendapat bonus senilai Rp 45,5 juta. “Rp 33 juta umroh, sisanya untuk uang pembinaan,” katanya.

Di luar itu masih banyak program keislaman dan keumatan yang dilakukan, seperti belum lama ini pada peringatan satu muharam Pemkot Jambi santuni 805 orang anak yatim. Masing-masing senilai Rp200. Pemkot juga memberikan kebebasan yang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan keislaman di Kota Jambi.

Fasha sendiri melihat Parmusi dari dulu sudah punya komitemen memperjuangkan dakwah islamiah di Indonesia. Terlebih tokoh-tokoh Parmusi juga banyak dikenal sebagai pejuang Islam. Pihaknya pun juga siap bersinergi dengan Parmusi untuk mendukung program keislaman di kota ini.

“Meski dulu Parmusi adalah gerakan politik, tapi aspek dakwah untuk membela kepentingan umat Islam juga sudah ada sejak dulu. Apalagi sekarang dengan perubahan paradigma sebagai gerakan dakwah, sasaran tembak Parmusi lebih mengena ke masyarakat atau lebih rill. Kita pun siap bekerja sama dengan siapapun termasuk Parmusi,” jelasnya.

Ia sepakat dengan Ketum Parmusi Usamah Hisyam, bahwa membentuk akhlaq yang baik di masyarakat dengan jalur dakwah itu akan memberikan banyak keuntungan bagi pemerintah. Karena dengan akhlaq yang baik, masyarakat jadi bisa hidup tentram, damai, kejahatan dan kekerasan juga bisa jadi hilang.

“Saya kira apa yang dikatakan Ketum Parmusi tepat, bahwa menjaga ketahanan nasional di masyarakat tidak hanya fokus pada aspek lahiriah yang dibangun, tapi aspek batiniah juga harus dirawat dan dibentuk. Aspek ini bisa dilalui dengan jalan dakwah, yakni membina masyarakat dengan prilaku atau akhlaq yang baik, dengan begitu kehidupan masyarakat akan lebih damai, tentram dan sejahtera lahir batin,” paparnya.

Kedatangan Usamah di Jambi dalam rangka kegiatan Kafilah Dakwah Desa Madani Parmusi di Pulau Sumatera. Usamah didampingi Ketua Majelis Penasihat PP Muslimah Parmusi Daisy Astrilita, Ketua Lembaga Dakwah Parmusi Syuhada Bahri, Bendahara Parmusi Dewi Achyani, Waksekjen Parmusi, Mulyadi, dan Ketua PW Parmusi Jambi Kamaluddin Hafiv. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.