Masyarakat Ternate Dapat Kado Kemerdekaan, Beli BBM Seharga di Jawa

Jakarta, Obsessionnews.com - Masyarakat Kepulauan Ternate, Provinsi Maluku Utara, mendapat kado istimewa dari pemerintah. Kado tersebut berupa kehadiran tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga, yakni dua di Kabupaten Halmahera Utara, dan satu di Halmahera Selatan. Baca juga:BBM Satu Harga Jangkau 137 Titik162 Titik di Daerah 3T Telah Nikmati BBM Satu HargaM. Fanshurullah Asa, Mengawal BBM Satu Harga "Ini merupakan hadiah kemerdekaan untuk masyarakat di Halmahera Utara dan Halmahera Selatan sebagai implementasi sila kelima, yakni keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono ketika meresmikan BBM Satu Harga di Ternate, kemarin Rabu (14/8/2019). Didampingi anggota Komite Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Ibnu Fajar dan Bupati Halmahera Utara Frans Manery, Bambang menuturkan, warga di dua kabupaten tersebut kini dapat menikmati BBM dengan harga yang sama seperti daerah lain di Pulau Jawa, yaitu Rp6.450 per liter untuk Premium dan Rp5.150 per liter untuk solar. Halaman selanjutnya Dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Rabu, dalam kesempatan tersebut Bambang menuturkan, kehadiran lembaga penyalur tersebut sangat meringankan beban perekonomian masyarakat daerah setempat, serta diharapkan dapat memicu kemandirian ekonomi. Pasalnya, masyarakat Halmahera Utara dan Halmahera Selatan biasanya merogeh kocek di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000 untuk membeli BBM jenis premium. Baca juga:BBM Satu Harga Diteruskan Hingga 2024BBM Satu Harga Tetap Jalan, Meskipun Harga BBM FluktuatifBBM Satu Harga Wujudkan Pemerataan Ekonomi di Pelosok Negeri "Semoga ini memberi dampak positif bagi perekonomian karena penghematan pengeluaran BBM yang diharapkan dapat membantu penurunan biaya hidup masyarakat," ungkap Bambang. Ia menegaskan pelaksanaan BBM 1 harga harus diawasi oleh aparat pemerintah daerah, kepolisian dan instansi lain untuk memastikan penggunaan BBM Satu Harga dimanfaatkan oleh masyarakat bukan untuk sektor industri. Selain itu Bambang meminta Pertamina selaku pihak yang ditunjuk sebagai penyalur juga harus memastikan BBM terus tersedia dengan besaran kuota yang telah ditentukan. Sebelumnya BBM Satu Harga juga resmi beroperasi di Provinsi Maluku Utara pada Februari 2019. Pemerintah sendiri terus berkomitmen menambah jumlah lembaga penyalur BBM di seluruh wilayah Indonesia, agar semua masyarakat dapat menikmati energi secara adil di wilayah-wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan). (arh)





























