Festival Panggil Ikan Dugong Jadi Agenda Tahunan di Alor

Alor, Obsessionnews.com – Pariwisatasalah satu program unggulan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), karena berpeluang besar meraup devisa sebanyak-banyaknya. Pemerintah menargetkan sebanyak 18 juta wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Indonesia pada 2019. Untuk mencapai target tersebut pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) gencar mempromosikan objek-objek wisata di berbagai tanah air. Tidak hanya itu. Kemenpar pun getol mempromosikan event-event kesenian, kebudayaan, kuliner, olahraga, dan lain sebagainya. Salah satu di antaranya adalah event Festival Panggil Ikan Dugong di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Festival ini ditargetkan menjadi agenda pariwisata tahunan, lantaran festival yang baru pertama kali digelar itu berpotensi mendatangkan wisman ke wilayah itu. Baca juga: Dipandu Pawang, Alor Gelar Festival Panggil IkanASITA Siap Dukung Pemerintah Datangkan 20 Juta WismanJaring Wisman Perbatasan Timor Leste Melalui Balap MotorFestival Yoga Internasional Peluang Emas Datangkan Wisman ke Candi Prambanan Bupati Alor Amon Djobo saat penutupan Festival Panggil Ikan Dugong di Pantai Mali di Kabupaten Alor, Rabu (24/7/2019) menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya festival panggil ikan satu-satunya di Indonesia itu. “Festival Panggil Ikan Dugong ini adalah tradisi yang ada dan menjadi kekayaan yang kita miliki. Ini harus menjadi daya tarik internasional,” kata Amon. Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kemenpar, Jumat (26/7), dalam kesempatan itu Amon menjelaskan kabupaten di timur NTT tersebut mendapatkan berkah dari Tuhan yang luar bisa, sehingga siap menjadikan pariwisata sebagai salah satu sumber penghasilan daerah utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. “Ini agar masyarakat Alor yang dikatakan miskin harta, tetapi tidak miskin harga diri dan kepercayaan diri. Kami ada di sini lewat budaya dan tradisi kami, event ini akan kami dorong menjadi agenda tahunan, bahkan ada beberapa agenda wisata lainnya,” tandasnya. Ia juga mengatakan akan menggandeng pihak swasta untuk mengelola kawasan Pantai Mali yang menjadi lokasi untuk melihat mamalia laut yang bernama lain dugong dugon itu. Pemerintah Kabupaten Alor, lanjutnya, akan membuat Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak ketiga untuk mengelola kegiatan-kegiatan pariwisata agar lebih terkelola profesional. “Kami juga terbantu dengan Dana Alokasi Khusus yang dianggarkan Kemenpar untuk pembangunan homestay dan infrastruktur pariwisata di Alor sebesar Rp8 miliar,” tegasnya. Festival Panggil Ikan Dugong yang diselengarakan pada 19-25 Juli 2019 juga dihadiri Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Kemenko Kemaritiman Elvi Wijayanti, Kabid Pemasaran Area II Regional III di Deputi Bidang Pemasaran I Kementerian Pariwisata Hendry Noviardi, dan beberapa pejabat daerah setempat. Pada kesempatan yang sama, Kabid Pemasaran Area II Regional III di Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Hendry Noviardi mengatakan, Festival Panggil Ikan Dugong ini harus dikemas dengan lebih baik lagi sehingga bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan berkualitas. (arh)





























