PBB : Bunuh Ribuan Muslim Rohingya, Suu Kyi Harus Mundur!

Kepala badan HAM PBB, Zeid Ra'ad al Hussein mengatakan pemimpin de-facto Myanmar Aung San Suu Kyi sepantasnya mengundurkan diri terkait operasi militer penuh kekerasan terhadap minoritas Muslim Rohingya tahun lalu. Rezim Myanmar telah membiarkan pembunuhan ribuan muslim Rohingya.
Zeid Ra'ad al Hussein yang akan habis masa jabatannya itu mengatakan kepada BBC bahwa pemenang hadiah Nobel Perdamaian itu seharusnya mempertimbangkan untuk kembali masuk tahanan rumah ketimbang membela langkah militer. Sebuah laporan PBB baru mengatakan militer Myanmar harus diselidiki untuk tuduhan genosida. Myanmar menolak laporan yang mereka sebut berat sebelah. Tentara dari negara mayoritas Buddha itu dituduh melakukan pembersihan etnis secara sistematis, namun mereka sudah berulang kali menyatakan tak melakukan hal-hal yang dituduhkan. [caption id="attachment_258115" align="alignnone" width="640"]
Panglima Militer Ming Aung Hlaing dan Aung San Suu Kyi. (BBC)[/caption] Laporan PBB yang diterbitkan pada hari Senin (27/08) menyebut Suu Kyi, yang sejak lama memimpin gerakan pro-demokrasi negeri itu saat dikuasai junta militer, tidak berbuat apa-apa untuk mencegah kekerasan. "Dia berada dalam posisi untuk melakukan sesuatu," kata Hussein dalam wawancara dengan wartawan BBC Imogen Foulkes. "Dia bisa diam saja—atau bahkan lebih baik, dia bisa mengundurkan diri." "Dia tidak perlu menjadi juru bicara militer Burma. Dia tidak harus mengatakan semua itu adalah gunung es salah informasi, bahwa semua (kekerasan itu) adalah rekayasa," katanya.
"Dia bisa mengatakan bahwa, 'Saya siap menjadi pemimpin di balik layar saja tetapi tidak dalam kondisi seperti ini. Jadi terima kasih banyak, saya akan mengundurkan diri, saya akan kembali ke tahanan rumah. Saya tidak bisa menjadi perhiasan saja sebagaimana mungkin disangka orang tentang pelanggaran-pelanggaran (hukum dan HAM) ini." Antara tahun 1989 hingga 2010, Suu Kyi, yang kini berusia 73 tahun, menghabiskan sekitar 16 tahun di bawah tahanan rumah pemerintah militer. Hari Rabu (29/8) kemarin, menanggapi desakan dari berbagai kalangan HAM, komite Nobel mengatakan bahwa hadiah Nobel perdamaian yang diberikan tahun 1991 terhadap Suu Kyi tidak dapat dicabut. (bbc.com) Baca Juga:- Jahat Sekali! Rezim Myanmar Minta Bangladesh Stop Bantuan Muslim Rohingya
- Pembunuhan Muslim Rohingya Sengaja Dilakukan Sistematis
- DK PBB Tuntut Myanmar Tindak Pelaku Pembantaian Muslim Rohingya
- Rezim Myanmar Menipu Soal Kepulangan Pengungsi Rohingya
- Biadab!! Militer Myanmar Usir Muslim Rohingya dengan Kekerasan Seksual
- Wow! Rezim Myanmar Bawa Warga Buddha Tempati Tanah Muslim Rohingya
- Biadab! Bocah-bocah Muslim Rohingya Dijual untuk Prostitusi
- Australia Gugat Pembantaian Muslim Rohingya oleh Rezim Myanmar !!
- PBB: Facebook Picu Kekerasan Bantai Muslim Rohingya
- PBB Sesalkan Dunia Telah Kecewakan Muslim Rohingya
- PBB : Pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar ‘Disponsori Negara’
- Amnesty International : Rezim Myanmar Rampok Desa Muslim Rohingya
- Biarkan Pembantaian Muslim Rohingya, Penghargaan HAM Suu Kyi dicopot!
- PBB: Myanmar Lakukan Genosida Bantai Muslim Rohingya
- Foto Satelit Desa Muslim Rohingya Dibuldoser Rezim Myanmar
- Hilangkan Bukti Pembantaian Muslim, Myanmar Buldoser Kuburan Massal Rohingya
- Pembunuhan Muslim Rohingya Paling Menguncang Dunia!
- Rezim Biadab! Selidiki Permbunuhan Muslim Rohingya, Wartawan Ditahan
- Awas!! Genosida, Pembunuhan Muslim Rohingya Berlanjut
- PBB Temukan Kuburan Massal, Pembunuhan Genosida Muslim Rohingya
- Tak Ada Jaminan Keselamatan Muslim Rohingya di Myanmar
- Genosida terhadap Muslim Rohingya Masih Berlangsung
- PBB: Kondisi Muslim Rohingya Masih Memprihatinkan
- Kampret! Suu Kyi Malah Dukung Pembantaian Muslim Rohingya
- Ditemukan Kuburan Massal Muslim Rohingya di Myanmar
- Krisis Rohingya: Mereka yang Dipukuli dan Dibakar
- Siksa Muslim Rohingya, Tentara Myanmar Malah Dilindungi
- Muslim Rohingya Disiksa, Malaysia Ancam Tarik Investasinya di Myanmar
- Pemerintah Myanmar Sita Hasil Panen Petani Rohingya
- AS Cuma Kecam, Tidak Ada Inisiatif Akhiri Krisis Myanmar
- PBB Akui Pembantaian Sistematis Muslim Rohingya
- Pengungsi Rohingya di Bangladesh Capai 590 Ribu
- Setiap Pekan 12.000 Anak-anak Rohingya Tiba di Kamp Penuh Sesak
- UNICEF Peringatkan Kondisi Buruk Pengungsi Rohingya
- Israel Akui Berperan dalam Genosida Muslim Rohingya
- PBB Sengaja ‘Diamkan’ Pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar?
- PBB: Penyiksaan Muslim Rohingya, Mimpi Buruk Kemanusiaan
- Biadab! Orang Buddha Myanmar Halangi Bantuan Rohingya
- Muslim Rohingya Dibantai, Suu Kyi Masih Saja Menipu!
- Tragedi di Myanmar, Genosida Terorganisir terhadap Umat Islam
- Kampret! Mendagri India Usir Muslim Rohingya
- Pembantaian Muslim Myanmar, Contoh Nyata Genosida
- Pengungsi Rohingya Sebut Omongan Suu Kyi Penipuan!
- Serangan atas Muslim Berlanjut, Komandan Militer Myanmar Biadab!
- Forjim Bongkar Penyesatan Opini Kaum Liberal tentang Konflik Rohingya
- Militer Myanmar Sengaja Bakar Desa-desa Muslim Rohingya
- Myanmar Tidak Ijinkan IRC Mengkases Muslim Rohingya
- UNICEF Peringatkan Bahaya Kematian 200 Ribu Anak Rohingya
- Negara-negara Islam Harus ‘Boikot’ Myanmar !!
- Bungkam, Aung San Suu Kyi Dikecam 5 Peraih Nobel Perdamaian
- Militer Myanmar Mulai Serang Masjid-masjid di Rakhine
- Pokok-pokok Pikiran Majelis Nasional KAHMI tentang Masalah Rohingya
- Forum Parlemen Dunia Kutuk Genosida Rohingya, India Marah
- Media Myanmar Sebarkan Berita Bohong Soal Rohingya
- The Telegraph: Militer Myanmar Bantai Muslim
- Tentara Myanmar Tembaki Ratusan Muslim Rohingya, Perempuan dan Anak-anak
- Pengacara Muslim Myanmar Tewas Diteror





























