Minggu, 28 November 21

Rayakan Kartini, Ratna Sarumpaet Ingatkan Derita Perempuan

Rayakan Kartini, Ratna Sarumpaet Ingatkan Derita Perempuan

Jakarta, Obsessionnews – Peringatan Hari Kartini identik sekali dengan keberhasilan kaum perempuan. Kali ini, Aktivis Ratna Sarumpaet ingin mengingatkan seluruh pihak bahwa di tengah kemerdekaan Indonesia, hampir ratusan juta kaum perempuan kini masih menderita.

“Dihari Kartini ini saya ingin mengingatkan semua pihak, ditengah jutaan keberhasilan perempuan, disaat bersamaan, hampir ratusan juta perempuan Indonesia menderita kemiskinan,” ungkap Ratna Sarumpaet kepada Obsessionnews, Minggu (26/4/2015), usai acara perayaan Hari Kartini di Jalan Thamrin Jakarta.

Menyaksikan di tengah semua kemajuan berkelanjutan itu sebagian besar perempuan Indonesia masih terjebak dalam kemiskinan dan kondisi itu memburuk paska reformasi terutama dalam bulan terakhir ini.

“Saya tergerak mengajak kaum perempuan Indonesia agar mulai mengubah paradigma merayakan Hari Kartini dari perayaan-perayaan yang semata mengambarkan sukses, menjadi perayaan yang kritis, yang menunjukkan pembelaan dan empati pada nasib puluhan juta kaum perempuan yang masih tersudut di negeri ini,” ucapnya.

Dulu, lanjutnya, jauh sebelum Indonesia merdeka, sederetan nama perempuan Indonesia pemberani dan cerdas seperti Cut Nyak Dien, Hajjah Rasuna Said,
Christina Tiahahu, Nyi Ageng Serang, Maria Walanda Maramis, Raden Ajeng Kartini, Dewi Sartika, Malahayati, Opu Daeng Risaju, Siti Walidah Dahlan,
Cut Meutia dan banyak lagi, berjuang dengan meneteskan darah dan airmata untuk kemerdekaan bangsa dan kemerdekaan kaumnya.

Atas perjuangan mereka kini ribuan perempuan Indonesia duduk dikursi Parlemen dan jadi petinggi di Pemerintahan; jutaan menjadi Sarjana, ribuan jadi Guru Besar, jadi Pengusaha, Teknokrat, Budayawan, Seniman, Hakim, Jaksa, setara dengan kaum lelaki.

Kartini - Sarumpaet

Perempuanlah yang melahirkan anak-anak ke bumi. Perempuanlah yang menyusui mereka, membesarkan, mendidik dan mengisi pikiran mereka dengan nilai-nilai, serta memastikan mereka makan, aman, sehat dan bersekolah.

Maka ketika Negara, seperti sekarang ini, gagal mengendalikan harga BBM meng-akibatkan melonjaknya harga-harga kebutuhan hidup, membuat rakyat
tersudut dan membuat kemiskinan terus meluas, korban pertama dan utama yang menerima dampaknya adalah kaum Ibu yakni Perempuan.

Ketika negara tidak mampu menjamin ditegakkannya hukum, membiarkan korupsi meluas dan merajalela, membiarkan perdagangan narkoba bebas memasuki ruang ruangbermain anak-anak, mengancam pendidikan moral, keselamatan dan keamanan anak-anak, perempuanlah yang menangis dalam ketakutan yang panjang.

Tak hanya itu, Ratna Sarumpaet bersama Panitia “Perempuan Indonesia Menggugat” mengajak perempuan Indonesia khususnya yang berdomisili di jakrta, Bogor, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) menunjukkan pembelaan dan empati pada kaum yang tersudut, menunjukkan bahwa perempuan mampu berdiri terdepan menolak semua betuk kepincangan yang menimpa bangsa dan menyudutkan rakyat. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.