Rabu, 22 Mei 19

Ratna: Saya Sudah Mengaku Bohong, Kenapa Harus Dibuktikan Lagi?

Ratna: Saya Sudah Mengaku Bohong, Kenapa Harus Dibuktikan Lagi?
* Ratna Sarumpaet menjalani sidang. (Foto: Tribunews)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sidang perkara dugaan penyebaran berita bohong atau hoax dengan terdakwa Ratna Sarumpaet masih terus bergir. Kali ini, jaksa memanggil Tompi dan Rocky Gerung untuk membuktikan kebohongan Ratna.

 

Baca juga:

Sudah Minta Maaf, Ratna Kesal Jaksa Hadirkan Saksi Memberatkan

Eksepsi Ditolak, Ratna: Ya Gue Ikhlas Sama Negeri Gue

Kasus Ratna Sarumpaet Tak Kunjung Disidangkan, Apa yang Ditunggu?

 

Namun, menurut Ratna pemanggilan keduanya tak perlu karena dirinya sudah mengakui kebohongannya sehingga tak perlu dibuktikan. Untuk diketahui Tompi dan Rocky rencananya dimintai keterangan sebagai saksi dalam sidang lanjutannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Selasa (23/4/2019).

“Sebenarnya gak perlu. Itu kan sebenarnya sesuatu yang sudah saya akui dan sudah selesai. Itu kan soal kebohongan, kebohongan sudah saya akui jadi ngapain lagi dibuktikan,” kata Ratna di Markas Polda Metro Jaya.

Ratna menilai Jaksa Penuntut Umum harusnya memanggil saksi yang membuktikan dirinya membuat keonaran atas berita bohongnya. Sebab dalam dakwaan JPU menyebut hoax yang dilakukan menimbulkan keonaran.

Contoh saksi yang tepat adalah mahasiswa yang melakukan demo atas kebohongannya. Menurutnya hal itu membuktikan kalau akibat hoax-nya ada keonaran yang timbul dengan adanya demo yang dilakukan mahasiswa.

“Ya kalau menurut logika saya ini kayak memperpanjang-panjang aja gitu. Kenapa gak langsung ke kasusnya aja, kasusnya kan keonaran mestinya langsung ke situ jangan ke sana kemari,” ujarnya.

Namun, ia tak ambil pusing dengan siapa saja saksi yang mau dihadirkan JPU. Ratna tetap berharap dia bisa dapat putusan bebas pada akhirnya.

Ratna Sarumpaet ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoax, Jumat, 5 Oktober 2018. Aktivis perempuan itu sempat menggegerkan publik karena mengaku diamuk sejumlah orang.

Cerita bohongnya itu lantas dibongkar polisi. Lebam di wajah Ratna bukan akibat dipukul, melainkan akibat operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika.

Kemudian, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Ratna dengan dakwaan tunggal. Dia didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Thn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.