Rabu, 17 Juli 19

Kementerian PUPR Bangun Dua Bendungan di Sulut

Kementerian PUPR Bangun Dua Bendungan di Sulut
* Pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. (Foto: Kementerian PUPR)

Manado, Obsessionnews.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meningkatkan jumlah tampungan air di Indonesia melalui pembangunan bendungan, embung, revitalisasi danau untuk mendukung program ketahanan pangan dan air nasional.

 

Baca juga:

Bendungan Keureuto Mampu Mengairi Lahan 9.420 Ha

Kurangi Risiko Banjir, Kementerian PUPR Akan Bangun Tiga Bendungan di Sultra

Ahok Sembrono Jebol Bendungan Sentimen Agama

 

Salah satunya di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan  Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara dan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow. Di samping itu juga dilakukan revitalisasi Danau Tondano yang kondisinya kritis karena terjadinya pendangkalan dan pencemaran tanaman eceng gondok.

“Saat ini dari 7,3 juta hektar lahan irigasi, hanya 11% yang mendapatkan jaminan air dari bendungan. Dengan selesainya 65 bendungan nanti diharapkan bisa meningkat menjadi 19-20%”, kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dikutip obsessionnews.com dari siaran pers, Selasa (9/7/2019).

 

Baca juga:

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Basuki Hadimuljono

Menteri Basuki: Vietnam Salip Indonesia dalam Pembangunan Infrastruktur

Menteri Basuki Janji Perjuangkan Atlet Dayung

 

Bendungan Kuwil Kawangkoan yang dibangun sejak 2016 dengan biaya Rp 1,46 triliun berkapasitas tampung 23,37 juta m3 dan luas genangan 139 Ha. Saat ini progresnya telah mencapai 46% dan ditargetkan selesai pada akhir 2020. Bendungan ini bermanfaat bagi pengendalian banjir Kota Manado dan sekitarnya untuk debit banjir 470 m /detik, di mana Manado pernah mengalami banjir bandang pada 2014. Kemudian penyediaan air baku untuk Manado, Kecamatan Kalawat, Kota Bitung dan KEK Bitung sebesar 4,5 m /detik, PLTM dengan kapasitas 2 x 0,70 MW serta pengembangan pariwisata.

Pengendalian Banjir

Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sulawesi Sungai I Direktorat Sumber Daya Air (SDA) juga menganggarkan Rp 52,5 miliar untuk membangun pengendalian banjir pada 4 Sungai di Manado. Pengerjaannya dibagi tiga paket, yakni paket persiapan yang meliputi desain dikerjakan tahun 2019 dengan biaya Rp 2 miliar, paket dokumen lingkungan Rp 500 juta dan paket fisik Rp 50 miliar pada tahun 2020.

Sementara Bendungan Lolak dengan kapasitas tampung 16,10 juta m3 dan luas genangan 97,46 Ha yang berguna untuk sumber air daerah irigasi seluas 2.214 Ha, penyediaan air baku 500 liter per detik dan pembangkit tenaga listrik sebesar 3,3 MW. Pembangunannya telah dimulai pada 2016 dengan biaya sebesar Rp 1,71 triliun. Kontsruksi Bendungan Lolak ditargetkan rampung pada 2021.

Selain itu pembangunan Embung Wanua Ure di Kabupaten Minahasa Utara dengan biaya Rp 6,6 miliar pada masa pelaksanaan tahun 2018. Embung ini memiliki kapasitas tampung 31,1 m3, luas genangan 9,9 m2, dan bermanfaat untuk penyediaan air baku sebesar 8 liter/detik dan irigasi seluas 5 hektare.

Revitalisasi Danau Tondano

Kementerian PUPR sejak tahun 2016 secara bertahap telah melaksanakan kegiatan revitalisasi 10 danau dari 15 danau kritis yang menjadi prioritas nasional untuk ditangani, salah satunya adalah Danau Tondano di Kabupaten Minahasa.

Revitalisasi danau bertujuan untuk mengembalikan fungsi alami danau sebagai tampungan air melalui pengerukan, pembersihan gulma air/eceng gondok, pembuatan tanggul, termasuk penataan di kawasan daerah aliran sungai. Danau Tondano memiliki volume tampung 668,6 juta/ m2 dan luas 4.616 hektar, di mana sekitar 500 hektar digenangi eceng gondok.

Luasnya pun mengalami penyusutan, di mana pada 1992 luasnya sekitar 4.800 hektar, sehingga dalam kurun waktu 25 tahun terakhir telah menyusut 184 hektar. Kedalaman danau dari semula 4,3 meter setelah dilakukan pengerukan sendimen menjadi 14 meter. Total anggaran sebesar Rp 30 miliar yang dibagi dalam dua tahap, yakni tahun 2019 sebesar Rp 10 miliar dan tahun 2020 sebesar Rp 20 miliar.

Sebelumnya Kementerian PUPR telah menyelesaikan revitalisasi Sungai Tondano yang menjadi sumber air Danau Tondano. Biaya pengerjaannya sebesar Rp 108,6 miliar dengan masa pelaksanaan tahun 2016-2018. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.