Akibat Pandemi Covid-19, Bamsoet: Kocek Banyak Negara Benar-benar Terkuras

Jakarta, Obsessionnews.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau yang akrab dipanggil Bamsoet mengatakan, krisis kesehatan dan krisis ekonomi dalam waktu bersamaan tidak boleh terjadi. Oleh karena itu menyelesaikan krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 sekarang ini menjadi prasyarat, bahkan harga mati, agar perekonomian nasional maupun global lolos dari krisis ekonomi.
"Apalagi ketika pandemi Covid-19 belum berakhir, perekonomian dunia sudah masuk zona resesi. Dan semua negara masih harus all out mengerahkan semua daya dan upaya untuk meminimalisir dampak pandemi terhadap semua aspek kehidupan manusia," tutur Bamsoet seperti dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulisnya, Jumat (30/10/2020).
Baca juga:
Bamsoet Minta Wisatawan Patuhi Protokol Kesehatan Saat Libur Panjang
Bamsoet Sebut Ahmad Dhani Sosok ‘Lovely Man’
Bamsoet Kagumi Koleksi Barang Antik Ahmad Dhani
Halaman selanjutnyaIa menambahkan, ragam subisidi dan stimulus ekonomi direalisasikan. Mulai dari anggaran untuk merawat mereka yang terinfeksi Covid-19, membiayai ragam program perlindungan sosial hingga tunjangan gaji, subsidi untuk menjaga ketahanan sektor bisnis agar tidak bangkrut hingga alokasi puluhan triliun untuk belanja bahan baku dan program pengadaan vaksin corona.
"Kocek banyak negara benar-benar terkuras. Untuk membiayai semua program subsidi itu, sebagian negara harus menguras tabungan, sebagian lainnya mencari utang atau hibah," tandas Bamsoet.Banyak negara, lanjutnya, mengalami tekanan pada neraca pembayaran, maupun cadangan devisa yang terkuras. Tak kurang 100 dari 189 negara anggota IMF telah berkomunikasi dengan lembaga keuangan multilateral ini untuk mendapatkan dana darurat. Dan IMF pun mengalokasikan bantuan pinjaman sebesar 1 triliun dolar AS untuk membantu negara anggota menangani pandemi Covid-19. (arh)





























