Kepala BNN Komjen Suyudi Raih Doktor HC, Serian: Kinerja BNN Patut Diapresiasi Meski Tantangan Kian Berat

Kepala BNN Komjen Suyudi Raih Doktor HC, Serian: Kinerja BNN Patut Diapresiasi Meski Tantangan Kian Berat
Berfoto usai penganugerahan Doktor (HC). Dari kiri ke kanan : Prof Dr. Amad Sudiro (Rektor Untar), Komjen Pol (Purn) Ahwil Loetan, Irjen Pol Muhammad Iriawan, Komjen pol Suyudi AS, Irjen Pol kapolda metro jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, Prof Dr. Ariawan Gunadi (Ketua Yayasan Tarumanagara), Dr. Serian Wijatno Ketua Yayasan Tarumanagara periode 2007- 2012 dan Irjen Pol. Eddy Sumitro Tambunan (Kapolda Maluku). (Foto Dok. Istimewa)

Obsessionnews.com —Pengamat sosial Dr. Serian Wijatno memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Badan Nasional Narkotika (BNN) di bawah kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto. Menurutnya, capaian BNN dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika patut diapresiasi, meski tantangan yang dihadapi semakin kompleks dan berat.

Pernyataan tersebut disampaikan Serian usai penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa (Dr. H.C.) kepada Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, oleh Universitas Tarumanegara (Untar). Gelar kehormatan itu diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, kepemimpinan, serta kontribusi pemikiran strategis Suyudi dalam memandang narkoba sebagai ancaman serius terhadap keamanan nasional dan masa depan Indonesia dari perspektif ilmu hukum.

Dalam kesempatan tersebut, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menyampaikan orasi ilmiah bertema “Narkoba, Keamanan Nasional, dan Masa Depan Indonesia: Perspektif Ilmu Hukum.” Ia menegaskan bahwa persoalan narkoba tidak dapat dipisahkan dari isu stabilitas keamanan negara dan keberhasilan pembangunan nasional. Menurutnya, penanganan narkoba menjadi faktor penentu dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Ketika kita melihat begitu pekatnya hubungan antara permasalahan narkoba dan keamanan negara, maka urgensi penanganan narkoba turut menentukan berhasil atau tidaknya bangsa ini dalam menggapai Indonesia Emas 2045,”ujar Suyudi dalam orasinya.

Dr. Serian Wijatno, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan Tarumanagara periode 2007–2012, menilai kepemimpinan Komjen Suyudi mencerminkan komitmen kuat BNN dalam mendukung agenda pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Khususnya, kata dia, dalam mewujudkan Indonesia yang unggul, sehat, dan berdaya saing melalui Asta Cita, dengan pemberantasan narkoba sebagai bagian penting dari reformasi sistem hukum dan penguatan keamanan nasional.

Serian memaparkan bahwa indikator kinerja BNN sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang signifikan. Di bawah kepemimpinan Suyudi, BNN dinilai berhasil memadukan pendekatan penegakan hukum yang tegas dengan strategi kemanusiaan yang terukur.

“Kepemimpinan Komjen Suyudi menunjukkan progresivitas yang nyata. Tidak hanya fokus pada penangkapan pelaku, tetapi juga ada upaya sistematis untuk memiskinkan bandar melalui penerapan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang secara agresif,”ujar Serian.

Prof Dr. Amad Sudiro (Rektor Untar), Komjen pol Suyudi AS, Prof Dr. Ariawan Gunadi (Ketua Yayasan Tarumanagara), Dr. Serian Wijatno Ketua Yayasan Tarumanagara periode 2007- 2012 dan Devaro Syailendra.
Prof Dr. Amad Sudiro (Rektor Untar), Komjen pol Suyudi AS, Prof Dr. Ariawan Gunadi (Ketua Yayasan Tarumanagara), Dr. Serian Wijatno Ketua Yayasan Tarumanagara periode 2007- 2012 dan Devaro Syailendra.

 

Ia menyoroti data kinerja BNN sepanjang 2025 yang mencatat pengungkapan 746 kasus tindak pidana narkotika dengan total 1.174 tersangka. Dalam periode yang sama, BNN juga berhasil menyita barang bukti dalam jumlah besar, yakni lebih dari 4 ton sabu seberat 4.011.723,13 gram dan sekitar 2,1 ton ganja seberat 2.178.306,42 gram.

Selain itu, BNN juga dinilai konsisten memutus mata rantai produksi narkotika dari hulu dengan memusnahkan ladang ganja seluas 12,7 hektare, setara dengan sekitar 109,8 ton tanaman ganja basah. Menurut Serian, penyitaan sabu dalam jumlah tersebut menjadi pukulan serius bagi jaringan narkotika internasional.

“Data ini bukan sekadar statistik kering, tetapi cerminan dari penyelamatan jutaan anak bangsa dari potensi kehancuran akibat penyalahgunaan narkoba,”tegasnya.

Meski demikian, Serian mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak semakin ringan. Ia menyoroti potensi ancaman dari oknum aparat yang tergiur keuntungan besar bisnis narkoba, yang kerap dianalogikan sebagai fenomena “pagar makan tanaman.”Menurutnya, integritas sumber daya manusia menjadi kunci utama agar BNN tetap dipercaya dan disegani publik.

Tantangan eksternal juga dinilai semakin kompleks dengan berkembangnya modus operandi baru, termasuk penyisipan zat adiktif jenis baru ke dalam cairan rokok elektrik atau vape. Di sisi lain, Serian menekankan pentingnya penguatan program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) sebagai basis ketahanan sosial di tingkat akar rumput.

“Strategi War on Drugs for Humanity yang diusung Komjen Suyudi harus terus diperkuat dengan sinergi lintas instansi. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi kebijakan dan memastikan teknologi deteksi kita selalu satu langkah lebih maju dari sindikat,”ujarnya.

Menutup pernyataannya, Dr. Serian berharap BNN tetap konsisten menjalankan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan nasional melalui pemberantasan narkoba hingga ke akar-akarnya. Ia menilai, dengan kepemimpinan yang kuat dan dukungan lintas sektor, BNN memiliki modal penting untuk terus menghadapi ancaman narkoba yang semakin dinamis. (hru)