Sabtu, 2 Juli 22

Waketum PPP Zainut: Koalisi Indonesia Bersatu Terbuka untuk Capres/Cawapres dari Parpol dan Nonparpol

Waketum PPP Zainut: Koalisi Indonesia Bersatu Terbuka untuk Capres/Cawapres dari Parpol dan Nonparpol
* Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PPP Zainut Tauhid Sa'adi. (Foto: IG Zainud Tauhid Sa’adi)

Obsessionnews.com – Pilihan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membangun koalisi dengan Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) adalah langkah politik yang realistis dan bermartabat. Karena koalisi ini berangkat dari gagasan, visi dan misi yang sama untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Koalisi Indonesia Bersatu juga koalisi tanpa syarat untuk mendukung calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) dari partai koalisi, sehingga  masih terbuka untuk dibicarakan bersama dalam memilih figur capres/cawapres yang tepat, memiliki elektabilitas tinggi dan yang pasti diterima oleh masyarakat. Baik itu dari kalangan kader partai maupun nonpartai politik (parpol).

 

Baca juga:

Haji Lulung Sosok Penting di PPP dan PAN

PPP Siap Berkolaborasi dengan Pemprov DKI untuk Wujudkan Kota yang Ramah bagi Warga Difabel

Politikus Muda PPP Ini Ingatkan Pemerintah agar Serius Perhatikan Keamanan Siber

 

 

“Berbeda dengan partai lain yang sudah mematok capres/cawapresnya, sehingga menutup dan mengunci kemungkinan adanya capres/cawapres dari yang lain,” kata Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PPP Zainut Tauhid Sa’adi dalam siaran pers yang diterima obsessionnews.com, Kamis (19/5/2022).

Menurutnya, koalisi dengan berbasis kesetaraan ini yang memungkinkan semua pihak terlibat dan ikut menjadi penentu dalam memutuskan arah dan kebijakan strategis bersama dalam kedudukan yang sama dan sederajat. Baik itu dalam Pemilu Presiden maupun Pemilu Legislatif. Hal itu menjadi modal dasar untuk membangun sebuah koalisi  yang kokoh, rasional dan bermartabat. Bukan koalisi transaksional pragmatis yang hanya untuk kepentingan jangka pendek.

Zainut menegaskan koalisi Indonesia Bersatu ingin membangun tradisi demokrasi yang sehat dan cerdas, yaitu demokrasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas, memajukan harkat martabat kemanusiaan, memperkuat persatuan, mengedepankan musyawarah dan mewujudkan kesejahteraan dan rasa keadilan. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.