Minggu, 16 Mei 21

Tangani Banjir, Ridwan Hisjam Nilai Jakarta Perlu Meniru Kota Angkang

Tangani Banjir, Ridwan Hisjam Nilai Jakarta Perlu Meniru Kota Angkang
* Komisi VII DPR RI yang dipimpin Ridwan Hisjam menerima rombongan Delegasi Shaanxi Tiongkok di DPR Senayan, Kamis (16/5/2019).

Jakarta, Obsessionnews.com – Komisi VII DPR RI yang dipimpin Ridwan Hisjam menerima rombongan delegasi Shaanxi Tiongkok di DPR Senayan, Jakarta, Kamis (16/5/2019). Dalam pertemuan itu banyak hal yang dibicarakan, khususnya berkaitan dengan persoalan lingkungan.

Ridwan melihat menangani bencana banjir yang dilakukan pemerintah Kota Ankang, Provinsi Shaanxi, Tiongkok, dengan upaya yang dilakukan pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni integrasi hulu ke hilir ada pola yang sama. Misalnya dalam mewujudkan sistem hukum yang efektif, peningkatan tata kelola yang baik di tingkat pusat dan daerah.

 

Baca juga:

Ridwan Hisjam Diprediksi Kuat Kembali Lolos ke DPR

Hadiri Acara Majelis Darul Mustofa, Ridwan Hisjam Didoakan Jadi Pemimpin

Cegah Korban Lebih Banyak, Ridwan Hisjam Gencar Sosialisasi Mitigasi Bencana di Malang

 

“Kota Ankang menjadi daerah resapan air untuk menjaga (pasokan) air untuk ibukota, (yakni) Beijing. Komisi VII sebagai mitra (kerja) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melihat konsistensi pemerintah daerah dan pusat (Tiongkok), dengan menjaga Undang Undang khususnya Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” ujar Ridwan Hisjam.

Ankang terletak di Shaanxi, berada pada ketinggian 273 meter dari permukaan laut dengan populasi sekitar tiga juta jiwa. Ankang merupakan kota ke-enam terbesar di provinsi Shaanxi dengan kegiatan utama penduduknya berupa perkebunan teh dan budidaya ulat sutera. Namun, kota itu dianggap mampu menjaga lingkungan dengan baik.

“Ternyata pemerintahnya (Ankang) konsisten untuk menjaga lingkungan dengan Undang-Undang. Terbukti, penambangan emas yang potensial dilarang. Masyarakatnya diarahkan berkebun teh dan budidaya ulat sutera. Produk fashion dengan bahan baku serat ulat sutera ternyata bernilai tambah,” katanya.

Ulat Sutera dari Ankang banyak dimanfaatkan untuk aksesoris serupa emas. Selain itu, aksesoris lain seperti bros, gelang, kalung juga memanfaatkan serat ulat sutera. Potensi ekonomi Ankang bisa selaras dengan kegiatan perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup.

“(Ankang) menjadi resapan air dan memasok (air) ke kota Beijing. Ini kan contoh tata kelola pemerintahan yang baik,” tegas Ridwan yang menjadi anggota legislatif dari Daerah Pemilihan Malang Raya, Jawa Timur.

Menurutnya, tata kelola Ankang bisa menjadi contoh untuk Jakarta terutama penegakan hukum untuk kelestarian lingkungan hidup. Ancaman banjir di Jakarta tidak lepas dari sektor hulu yang tidak terkendali. Banjir di kawasan hilir seperti di Jakarta bisa diredam, salah satunya dengan penataan hulu terutama Bogor, Cimahi.

“Kita lihat, penduduk Tiongkok sangat besar (yakni) sekitar 1,4 milyar. Tapi peraturan dan perundang-undangan tidak pandang bulu. Masyarakat dan aparat takut melanggar seperti yang juga diterapkan oleh aparat pemerintah kota Ankang, Shaanxi. Saya sempat bertanya kepada Ketua Delegasi, Mr. Guo Qing mengenai adanya pelanggaran. Dia jawab dengan tegas ‘tidak ada’. sebaliknya mereka sangat menjaga lingkungan hidup,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.