Kamis, 27 Juni 19

Cegah Korban Lebih Banyak, Ridwan Hisjam Gencar Sosialisasi Mitigasi Bencana di Malang

Cegah Korban Lebih Banyak, Ridwan Hisjam Gencar Sosialisasi Mitigasi Bencana di Malang
* Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam mengadakan Sosialisasi Mitigasi Bencana Geologi di Wilayah Gunung Kelud. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Malang, Obsessionnews.com – Warga Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang berbondong-bondong mengikuti kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana Geologi di Wilayah Gunung Kelud. Kegiatan yang diadakan Badan Geologi dari Kementerian ESDM ini juga dihadiri Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam.

Ridwan Hisjam mengingatkan kepada warga tentang perlunya pemahaman tentang geologi, yakni suatu cabang ilmu yang mempelajari isi kandungan bumi. Terlebih warga Kecamatan Ngantang yang tinggal di kawasan bencana Gunung Kelud. Kehidupan mereka bisa jadi lebih rawan karena tinggal berdekatan di pusat bencana.

“Gunung Kelud ini masuk salah satu gunung yang paling aktif di Indonesia. Saya sendiri pernah mengalami dampak letusan gunung ini selama dua kali. Dan waktu itu saya bersama bupati juga yang memobilisasi bantuan ke Ngantang, berupa sembako dan pralon,” ujar Ridwan, kepada warga, Sabtu (23/2/2019).

Dengan adanya sosialisasi ini, politisi senior Partai Golkar ini juga berharap warga yang tinggal di kawasan Gunung Kelud untuk lebih hati-hati. Badan Geologi telah memetakan wilayah-wilayah yang dianggap rawan untuk ditempati atau dihuni. Karena itu, Ridwan mengimbau warga juga mematuhi rambu-rambu dari Badan Geologi.

“Kadang-kadang masyarakat Indonesia ini ciri-cirinya orangnya nekad. Meski sudah tahu, tetap saja wilayah yang dianggap rawan bencana masih tetap ditempati. Biasanya kalau sudah kejadian baru mau sadar. Padahal kita perlu antisipasi, mencegah terjadinya banyak korban bencana,” ujar Ridwan.

Menurutnya, bencana gunung meletus dan gempa bumi memang tidak ada yang bisa mencegah. Namun, dengan warga paham peta geologi bencana diharapkan bisa meminimalisir jumlah korban yang ditimbulkan. “Kita memang tidak bisa mencegah gunung meletus. Tapi kita bisa mencegah jumlah korban yang ditimbulkan,” jelasnya.

Untuk memperkuat posisi Badan Geologi Nasional, Ridwan terus mendorong disahkan RUU Geologi di DPR. Menurutnya, salah satu kelemahan Indonesia adalah dalam hal penanganan pra bencana. Padahal Indonesia masuk salah satu negara di dunia yang paling rawan bencana.

“Lemahnya pemerintah dalam penanganan pra bencana disebabkan karena tidak adanya UU Geologi. Padahal Indonesia masuk dalam jalur Ring of Fire atau Cincin Api,” ujar Ridwan yang kini kembali maju sebagai anggota dewan dari Dapil Malang Raya ini.

Ia menegaskan, dengan UU ini nantinya Badan Geologi punya payung hukum yang kuat untuk memerintahkan kepala daerah atau masyarakat agar mematuhi aturan yang ditetapkan. Terutama menyangkut daerah-daerah yang tidak boleh dibangun tempat umum, atau hunian warga karena masuk dalam katagori peta rawan bencana.

“Gunanya UU ini agar kepala daerah baik gubernur, bupati, wali kota mematuhi aturan yang ditetapkan Badan Geologi tentang daerah yang dilarang didirikan bangunan karena rawan bencana. Sejauh ini aturan dari Badan Geologi hanya bersifat rekomendasi karena belum ada payung hukumnya. Padahal ini sangat penting, kami sedang mengupayakan itu di DPR,” jelas Ridwan.

Usai melalukan sosialisasi di Ngantang, Ridwan bersama rombongan Badan Geologi melanjutkan kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana Geologi di Wilayah Gunung Arjuna, tepatnya di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Malang. Ratusan warga di wilayah rawan bencana sangat antusias mengikuti program ini. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.