Rabu, 22 September 21

Suu Kyi Takut Berkomentar Soal Rohingya

Suu Kyi Takut Berkomentar Soal Rohingya

Jakarta, Obsessionnews – Janji Suu Kyi dalam menciptakan perdamaian dengan kelompok minoritas di Myanmar rupanya tak terwujud. Dia dikritik habis-habisan oleh masyarakat internasional sebab kelompok Muslim Rohingya masih didiskriminasi bahkan dibunuh.

Pertengahan Oktober 2015 lalu, saat Suu menggelar kampanye di negara bagian Rakhine, dia menghindari komentar terkait hak-hak warga Rohingya. Bahkan, seperti ditulis Reuters, kampanye digelar jauh dari kamp pengungsi.

Reuters juga mengulas, tidak ada satu pun warga Muslim yang maju dalam pertarungan politik Myanmar untuk wilayah pemilihan manapun.

Meski Win Thein, pejabat senior parlemen Myanmar menyatakan pihaknya punya sejumlah kandidat terbaik. Namun, karena berbagai alasan, tidak bisa diajukan sebab Ma Ba Tha (organisasi Budha) bakal memberi stempel negatif.

“Dan kami harus menghindari itu,” kata dia seperti dikutip Reuters pada Oktober lalu.

Sebanyak 60 kandidat berlatar belakang Muslim terdepak dari pemilu yang puncak pemilihannya dilakukan hari ini, Minggu (8/11). Pelapor khusus PBB soal penerapan HAM di Myanmar, Yanghee Lee akhirnya meragukan apakah pesta politik ini bisa belangsung bebas dan adil.

Demi menghindar dari pertanyaan soal diskriminasi terhadap pemeluk Islam, Suu Kyi menyerukan perubahan atas pemerintahan semi militer yang dipimpin Thein Sein. Maklum, Suu harus lihai menarik perhatian sebab pemilu kali ini menjadi kesempatan besar bagi 30 juta pemilih.

Pada pemilu kali ini, ada sekitar 6 ribu kandidat bertarung memperebutkan 1.711 kursi di parlemen nasional di semua majelis untuk 14 negara bagian dan wilayah Myanmar. NLD sendiri, menyodorkan seribu kandidatnya  untuk ikut bertarung.

Tahun ini, ada 90 partai politik yang turut serta pada pemilu di Myanmar. Selain NLD dan USDP yang diduga bakal merebut mayoritas suara, sejumlah parpol diperkirakan mampu meraih suara besar antara lain, Partai Demokratik Nasional Etnis Shan (SNDP), Liga Nasional Etnis Shan untuk Demokrasi (SNLD) dan Partai Nasional Arakan (ANP) dari negara bagian Rakhine.(Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.