Senin, 27 September 21

Siapapun Pemenang Pemilu, Petani Myanmar Menaruh Harapan Besar

Siapapun Pemenang Pemilu, Petani Myanmar Menaruh Harapan Besar

Jakarta, Obsessionnews – Setidaknya, ada sekitar 393 ribu hektar lahan pertanian yang hancur lantaran iklim monsun ekstrem hingga membawa dampak buruk kepada 1,6 juta orang di Myanmar. Akibatnya, 86 persen warga di Delta Irrawaddy kudu gigit jari setelah banjir memporak-porandakan sawah mereka.

Aung Tun, Peneliti senior Myanmar egress, organisasi sipil yang menggelar studi pasca bencana di Delta Irrawady menyebutkan, di area pedesaan banyak buruh serabutan yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Berdasar temuannya, dia bilang, akibat bencana petani setempat kehilangan investasi bahkan bibit padi yang akan ditanam pada musim berikutnya. Akibatnya, kehidupan para penggarap sawah terus memburuk.

Thein Han, seorang relawan menyebutkan, untuk memulai semuanya dari awal petani butuh modal besar untuk membeli benih baru. Tapi, harganya kini lebih mahal dari sebelumnya.

Kyin Inn, 57 tahun, salah satu petani seperti dilansir  Channel Newsasia, mengatakan dirinya punya 4,2 hektar sawah. Namun pasca banjirm 2,6 hektar hasil panennnya terbuang sia-sia sedangkan sisanya kudu dijual dengan harga murah.

Panen yang biasanya dapat dituai setahun dua kali, sekarang paling banyak hanya bisa dilakukan satu kali. Itu pun kalau beruntung. Akibatnya, dia pun kudu berhutang demi memulai kembali produktifitas sawahnya.

Bukan cuma Irrawaddy yang porak-poranda akibat bencana. Di kawasan terpencil lain pun, bantuan pemerintah tak juga datang lantaran minimnya infrastruktur seperti ruas jalan.

Thein Han menyebutkan, pasar beras yang dikendalikan pemerintah junta militer masih minim transparansi bahkan menjebak petani. Mereka, harus menjual hasil panen dengan harga murah demi melunasi pinjaman atau tak bisa bertani lagi.

Para petani pun berharap, suara yang diberikan pada pemilihan umum hari ini, Minggu (8/11) mampu mengubah nasib mereka. Siapapun pemenangnya, diharapkan bisa mendengarkan keluhan termasuk meningkatkan infrastruktur penunjang seperti jalan, transportasi, serta listrik.(Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.