Senin, 22 April 19

Sutradara Natasha Dematra Raih IIFA di Los Angeles

Sutradara Natasha Dematra Raih IIFA di Los Angeles

Jakarta, Obsessionnews – Sutradara remaja dari Indonesia Natasha Dematra menoreh kemenangan besar di ajang International Independent Film Awards (IIFA) yang berpusat di Los Angeles, California, USA. Kabar ini disampaikan IIFA melalui email, dengan menyebutkan, Natasha menerima 3 Penghargaan Emas dalam kategori Sutradara, Pemeran Utama Wanita, dan Editor untuk film terbarunya, Tears of Ghost.

Penghargaan ini terasa istimewa, jelasnya, dala rilis yang diterima Obsessionnews, Selasa (8/9) di Jakarta, karena sangat jarang seseorang memperoleh penghargaan dari 3 kategori yang berbeda tersebut apalagi dalam usia yang masih sangat belia. Dalam ajang kompetisi ini, Natasha yang kini berusia 17 tahun bersaing dalam kategori utama film cerita panjang, dan bukan dalam kategori pendatang baru atau kategori film pendek.

‘Tears of Ghost’ bercerita tentang Jo-ann, gadis remaja (Natasha) yang sedang melakukan tugas akhir kuliahnya karena mendapat ancaman dikeluarkan dari universitasnya. Ia akhirnya menemukan rumah yang sesuai untuk menjadi subjek utama tugas akhir kuliahnya.

Hanya saja, ia tidak menyangka bahwa bangunan itu diselubungi misteri gelap sampai ia bertemu gadis bernama Renata yang mengajaknya berteman. Tiba-tiba Jo-ann terjebak dalam dua dimensi berbeda. Bahkan, saat ingin membatalkan tugas akhirnya pun, jiwanya memberontak. Akhir yang terjadi pada Renata dan keluarganya akan membawa Jo-Ann pada sebuah jawaban yang tak pernah bisa ia bayangkan bahkan dalam mimpinya. Siapakah ia sebenarnya, dan siapakah Renata yang selama ini menjadi temannya?

Shooting film Tears of Ghost ini berlangsung pada tahun 2013 saat Natasha masih berusia 15 tahun dan post produksinya selesai 2 tahun kemudian, bertepatan dengan ulang tahun Natasha yang ke-17.

natasha2

Dalam film ini Natasha ditantang untuk membuat film cerita panjang secara mandiri; baik dari sisi produksi, pendanaan, hingga sisi kreatifnya. Dia merangkap berbagai posisi dalam film ini sebagai produser, sutradara, pemeran utama wanita, editor, music director, penyanyi soundtrack, special effect director, sound effect designer, dan colorist.

Belum lama ini, Natasha telah meraih penghargaan sebagai Sineas Muda Terbaik dari Indie Fest, USA lewat film yang sama. Sebelumnya, lewat karya perdana penyutradaraannya, Mama Aku Harus Pergi, Natasha meraih penghargaan sebagai Sutradara Perempuan Termuda di Dunia dari Museum Rekor Dunia-MURI dan Royal World Records.

Dalam bidang seni peran, Natasha telah meraih puluhan penghargaan internasional sebagai artis terbaik dalam berbagai kompetisi dan festival film, di antaranya penghargaan Award of Excellence untuk perannya di film I’M Star, Dream Obama, Let’s Play Ghost dan Platinum Awards untuk perannya sebagai gadis buta, tuli dan odapus di film L4 Lupus.

Tak hanya itu, sebagai penyanyi, Natasha telah memperoleh 15 penghargaan dari berbagai festival diantaranya penyanyi terfavorit di ajang Global Music Awards 2015 dan nominasi terbaik di Utah Music Awards.

Pada 21 September nanti, bertepatan dengan Hari Perdamaian Sedunia, album “One Love” karya Natasha Dematra untuk perdamaian dunia akan diluncurkan di International Film Festivals for Peace, Inspiration, and Equality, di Jakarta dan Awareness Film Festival di Los Angeles, di mana Natasha meraih penghargaan Award of Merit untuk lagu perdamaiannya. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.