Sabtu, 4 Desember 21

SOKSI Diharapkan Jadi Jembatan Penyaluran Dana Bergulir

SOKSI Diharapkan Jadi Jembatan Penyaluran Dana Bergulir
* Direktur Utama LPDB Kemenkop Kemas Danial berpoto bersama usai melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara LPDB-KUMKM dengan SOKSI dan PT Berdikari Insurance, tentang kerjasama perkuatan permodalan sekaligus penjaminan kreditnya bagi Koperasi & UMKM di Indonesia.

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Koperasi dan UKM melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) tengah memprioritaskan pembiayaan usaha KUMKM di sejumlah daerah Kepulauan, dan terluar. Harapannya, dengan penyaluran dana bergulir itu mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, sekaligus meminimalisir kesenjangan sosial masyarakat di Indonesia.

Direktur Utama LPDB Kemas Danial mengakui, daerah Kepulauan dan terluar mengalami perlambatan ekonomi, serta kesenjangan sosial yang cukup tinggi. Dengan penyaluran dana bergulir ke daerah, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, daya saing ekonomi rakyat, penyerapan tenaga kerja, penumbuhan wirausaha baru, menciptakan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.

“Inilah salah satu tugas kami mengimplementasikan Nawacita yang diusung Presiden Jokowi. Terutama kepada Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) untuk memprioritaskan daerah-daerah Kepulauan. Apakah di Bangka Belitung, Kepulauan Riau, atau Kalimantan Utara,” kata Kemas di Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Kemas berharap, kehadiran SOKSI mampu menjembatani penyaluran dana bergulir itu ke sejumlah daerah. Sehingga, mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan meminimalisir kesenjangan sosial masyarakat di Indonesia.

“Hal ini juga bagian dari tugas SOKSI untuk menyalurkan modal kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Kemas mengungkapkan, untuk tahun 2017, LPDB diamanatkan menyalurkan dana pinjaman lunak sebesar Rp 1,5 triliun. Sehingga, dia berharap, kerjasama dengan SOKSI dan PT Berdikari Insurance, penyaluran dana tersebut bisa berjalan baik.

Namun begitu, Kemas mewanti-wanti kepada SOKSI agar memberikan dana itu kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan. Jangan sampai, penyalurannya asal asalan. Ia menjelaskan, dana yang digulirkan LPDB itu merupakan dana pinjaman lunak yang ditujukan untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat di Indonesia.

“Untuk sektor rill saja, bunganya hanya 2,5 persen per tahunnya. Dan kalau dibagi 12, hanya 0,2 persen perbulannya. Jadi, tidak ada lagi lembaga keuangan yang memberikan bunga sekecil ini kepada masyarakat,” tukasnya.

Sehari sebelumnya Kemas turut melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara LPDB-KUMKM dengan SOKSI dan PT Berdikari Insurance, tentang kerjasama perkuatan permodalan sekaligus penjaminan kreditnya bagi Koperasi & UMKM di Indonesia.

Dalam keterangannya, Ketua Umum SOKSI, Ali Wongso berjanji menyalurkan dana pinjaman itu secara selektif dan tepat sasaran, terutama daerah-daerah yang terluar. Semua daerah kepulauan dan terluar memiliki perlambatan ekonomi. Namun begitu, kata Ali, daerah yang dekat dengan Ibokota masih banyak yang membutuhkan uluran tangan dari LPDB.

“Masih ada warga DKI Jakarta yang berada di bawah garis kemiskinan,” katanya.

Ali juga memastikan untuk penguatan manajemen, teknologi, dan market, agar dana bergulir LPDB tidak disalahgunakan. Dalam waktu dekat ini, SOKSI bakal membentuk gugus tugas khusus menerjemahkan dan mengimplementasikan MoU yang ditantanganinya bersama LPDB dan PT Berdikari Insurance.

“Kami sepakat, jangan sampai dana bergulir itu tidak boleh disalahgunakan,” ujar dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.