Senin, 24 Januari 22

Pemimpin Harus Sama antara Kata dan Perbuatan

Pemimpin Harus Sama antara Kata dan Perbuatan

Press Release

Bandung, Obsessionnews.com – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, seorang pemimpin harus berani menegakkan aturan tanpa diskriminasi serta dapat menunjukkan kesamaan antara perkataan dan perbuatan.

”Seorang pemimpin harus adil dalam menegakkan aturan serta bisa menjadi contoh tauladan bagi anak buahnya,” tandasnya saat memberikan pengarahan kepada 1.282 peserta Rapat Pembinaan Teknis Kecabangan (Rabiniscab) TNI AD Tahun 2017 di Lapangan Yudha Wastu Pramuka, Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), Bandung, Rabu (15/3/2017).

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam pengarahannya menginstruksikan kepada para peserta Rabiniscab agar selalu memiliki niat dan komitmen yang dilandasi rasa tulus dan ikhlas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Lakasanakan semua tugas dengan sebaik-baiknya, walaupun hasilnya belum menjadi yang terbaik tetapi selesaikan dengan kemampuan yang maksimal,” tuturnya.

Panglima TNI meminta, pemimpin harus mampu melatih prajuritnya secara profesional dengan tetap memperhatikan standar keselamatan disertai metode latihan lapangan yang kreatif, inovatif dan sesuai tahapan yang benar.

Ia menyatakan, seorang pemimpin selalu mendampingi anak buanya dalam setiap kegiatan, sehingga dituntut harus memiliki kemampuan ketrampilan sebagai seorang pemimpin. “Bagaimana kita mau latihan berenang bersama prajurit, kalau kita tidak bisa berenang, pemimpin harus bisa berdiri di depan, di belakang dan di tengah-tengah anggota pada semua kegiatan,” tegasnya.

“Kehadiran pemimpin hendaknya sebagai solusi bukan menjadi beban, pemimpin harus peka dan peduli terhadap anak buahnya sehingga mengetahui permasalahan yang dihadapi anggotanya dan mampu mencarikan jalan keluarnya,” tambahnya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memaparkan pemimpin harus mampu menyiapkan prajuritnya melaksanakan tugas diplomasi militer untuk menjadi prajurit yang profesional dan hebat, yang akan tergabung dalam Kontingen Garuda pada misi PBB.

“Seleksi prajurit untuk pasukan Kontingen Garuda dilakukan berdasarkan penilaian yang obyektif agar diperoleh prajurit yang terbaik, sehingga satuan yang bertugas tersebut dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia,” harapnya.

Dia akhir pengarahannya Panglima TNI menyampaikan salam kepada seluruh prajurit dan PNS TNI dimanapun bertugas dan berada karena Pamglima TNI sangat bangga terhadap mereka, untuk itu pimpinlah mereka dengan hati nurani dan pikiran serta dedikasi yang tinggi, agar mereka dapat melaksanakan tugas pokok TNI dengan baik.

”Saya menginginkan setiap prajurit dan PNS TNI memiliki moril yang tinggi, agar dapat melaksanakan tugas dengan baik, sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.

Peserta Rabiniscab TNI AD diikuti 1.282 orang terdiri dari para Danrem, Dandim, Komandan Batalyon dan Komandan Operasional Bin /Ops satuan kerja di Jajaran TNI Angkatan Darat.

Turut hadir pada acara Rabiniscab TNI AD tersebut antara lain, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, Dankodiklatad Letjen TNI Agus Kriswanto, para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI, Danpom TNI dan Danpussenif TNI AD.

Autentikasi :
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.