Rabu, 16 Oktober 19

Sangat Penting Perhatian Keluarga untuk Pulihkan Korban Narkoba

Sangat Penting Perhatian Keluarga untuk Pulihkan Korban Narkoba
* Suasana acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Anti Narkoba bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Pontianak, Kalimantan Barat Kamis (15/8/2019). (Foto: BNN)

Pontianak, Obsessionnews.com – Ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkoba kian mengkhawatirkan.  Indonesia tak hanya menjadi tempat transit, namun juga sebagai kawasan target peredaran narkoba. Berbagai cara dilakukan bandar untuk bisa memasukkan narkoba ke wilayah Indonesia.

Sementara itu  kondisi para penyalah guna narkoba sangat ironis dan perlu  perhatian serius. Seseorang yang terus-menerus mengonsumsi narkoba secara tidak sadar akan diperbudak barang haram tersebut, hingga akhirnya mengalami masalah adiksi. Peran keluarga sangat dibutuhkan, agar para penyala guna pulih dari kecanduannya.

 

Baca juga:

Guru dan Siswa Harus Bisa Jadi Penggiat Anti Narkotika

Dosen dan Mahasiswa di Kalbar Jadi Penggiat Anti Narkoba

Cegah Kematian Sia-sia, BNN Teken MoU dengan Kwarnas Gerakan Pramuka

Kepala BNN Ajak Pramuka Jadi Relawan Penggiat Antinarkoba

 

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat (Kalbar) Husniah dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Anti Narkoba bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Pontianak, Kamis (15/8/2019).

Kepala Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat Husniah. (Foto: BNN)

Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN), Jumat (16/8), dalam acara tersebut terkait adiksi Husniah menerangkan, hal tersebut merupakan ketergantungan terhadap narkotika. Dalam kondisi itu  seseorang mengalami ketergantungan secara fisik dan psikologis terhadap suatu zat narkotika.

“Adiksi memiliki 7 karakteristik, di antaranya adanya toleransi terhadap zat yang dikonsumsi berupa meningkatnya dosis, adanya gejala putus zat tertentu dalam kurun waktu tertentu, menggunakan zat dalam jumlah besar, keinginan terus-menerus atau usaha yang gagal untuk menghentikan penggunaan zat, berhentinya/menurunnya aktivitas penting sebagai akibat dari penggunaan zat. Terus menggunakan zat walaupun masalah fisik dan psikologi terjadi,” tuturnya.

Ada banyak alasan akhirnya seseorang terjebak narkoba, di antaranya adanya keingintahuan, mengikuti teman, supaya merasa lebih nyaman, untuk merayakan sesuatu, dan untuk merasa lebih baik dalam melakukan sesuatu.

Sementara itu mantan pengguna narkoba Arie Wicaksono mengatakan, peran serta keluarga bagi pecandu narkoba sangatlah penting untuk bisa benar-benar terlepas dari ketergantungan narkotika.

Menurut Arie,  keluarga merupakan first opinion change bagi pemulihan korban penyalahgunaan narkoba, karena keluarga bisa memberikan segala bentuk perhatian khusus dalam proses rehabilitasi.

 

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.