Senin, 23 September 19

Sail to Natuna Ajang Promosikan Natuna Sebagai Kawasan Wisata Geopark Nasional

Sail to Natuna Ajang Promosikan Natuna Sebagai Kawasan Wisata Geopark Nasional
* Rally layar internasional Sail to Natuna yang digelar pada 10-15 Juni 2019  menjadi ajang untuk mempromosikan Natuna, Kepulauan Riau,  dan sekitarnya sebagai kawasan wisata Geopark Nasional. (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pariwisata merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) untuk meraup devisa. Semula pemerintah menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Indonesia pada 2019 dengan proyeksi nilai devisa 17,6 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Namun, target tersebut kemudian direvisi karena terjadi bencana di Tanah Air. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) merevisi dan memproyeksikan 18 juta wisman di akhir tahun dengan nilai devisa sebesar 16,11 miliar dolar AS.

 

Baca juga:

Kunjungan Wisman ke Indonesia Catur Wulan Pertama di Bawah Angka Psikologis

Bintan Triathlon 2019 Ajang Efektif Jaring Wisman

Bali Destinasi Favorit Wisman Asal Vietnam

 

Revisi tersebut secara resmi disampaikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Roundtable Discussion Sustanaible Tourism, Auditorium Gedung Sindo, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Untuk mencapai target 18 juta wisman tersebut Kemenpar gencar mempromosikan objek wisata di berbagai daerah. Selain itu juga mempromosikan event-event kesenian, kebudayaan, olahraga, dan lain sebagainya.

Salah satu event tersebut adalah rally layar internasional Sail to Natuna yang digelar pada 10-15 Juni 2019, yang menjadi ajang untuk mempromosikan Natuna, Kepulauan Riau,  dan sekitarnya sebagai kawasan wisata Geopark Nasional.

Sebanyak 32 yachter (peserta) mancanegara yang ambil bagian dalam Sail to Natuna 2019 diajak untuk menikmati keindahan beberapa destinasi yang dikunjungi, antara lain Batu Sindu, Pulau Senua, Masjid Agung Natuna, dan Alif Stone Park.

 

Baca juga:

Sail to Natuna Yatch Really Dongkrak Kunjungan Wisman

Peserta Mancanegara Semarakkan Sail to Natuna Yacht Rally 2019

Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Natuna Gelar Festival Senua 2018

 

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati mengatakan, luas kawasan yang dimiliki Natuna memang memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai Geopark Nasional. Letaknya terbentang dari bagian selatan hingga ke utara, dan menutupi hampir separuh sisi timur Pulau Bunguran. Batuan granit di dalamnya menjadi daya tarik utama dari situs Geopark Natuna ini.

“Konon, usia batuan granit tersebut sudah mencapai ratusan juta tahun. Sangat menarik untuk diteliti, setidaknya ada 8 geoside yang masuk dalam Geopark Natuna yaitu Pulau Akar, Batu Asah, Gunung Ranai, Pantai Gua, Kamak, Pulau Senua, Pulau Stanau, Senubing, dan Tanjung Datuk. Ini potensi wisata yang luar biasa,” kata Dessy seperti dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kemenpar kemarin, Kamis (13/6/2019).

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Natuna Hardiansyah menuturkan, sertifikat penetapan atas status tersebut telah diterbitkan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia di Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhir November 2018.

Ia berharap masuknya Natuna dalam jajaran Geopark Nasional menjadi nilai tambah bagi pariwisata lokal di wilayah itu dan sekitarnya.

“Ini menjadi kebanggaan kita bersama, umumnya masyarakat Kepulauan Riau. Karenanya kita harus menyatukan persepsi agar status Geopark Nasional meningkat menjadi Geopark Dunia. Kita juga perlu melibatkan masyarakat, agar status ini berimbas pada peningkatan kesejahteraan warga,” tandas Hardiansyah.

Kawasan Geopark Nasional ini semakin memantapkan posisi Kepulauan Riau sebagai salah satu destinasi wisata. Keberadaannya dapat menimbulkan efek domino positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.