Rabu, 19 Februari 20

Royzani Sjachri Perkenalkan Arsitektur Budaya Banjar

Royzani Sjachri Perkenalkan Arsitektur Budaya Banjar
* Owner Mahatama Group Royzani Sjachri. (Foto: Dok.DPD REI Kalsel)

DALAM  usianya yang terbilang muda, Royzani Sjachril telah menjadi pengusaha di bidang properti yang terbilang sukses di bumi Banua, bahkan dipercaya menakhodai Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Kalimantan Selatan (Kalsel). Namun, itu tentu tak semudah membalikkan telapak tangan, jalan panjang dan berliku pun harus dilaluinya.

Sebelum menggeluti bisnis properti, pria kelahiran 6Juni 1978 ini pernah menjadi staf teknik di PT Menara Agung, sebuah perusahaan kontraktor. Pernah pula menjadi staf honorer di Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalsel, juga menangani bagian perumahan. Pada 2002 ia baru menjajal bisnis properti dengan mendirikan PT Yogatama. Kala itu ia memasarkan sendiri secara door to door.

“Lantaran saat itu bunga bank masih 19 persen, masih banyak usaha yang belum pulih akibat krisis moneter pada 1997. Kompleks Andai Jaya Persada menjadi proyek perdana. Merupakan proyek kerja sama dengan pemilik lahan. Kemudian setelah terjual empat hektar di sana, saya beralih membangun Kompleks Junjung Buih di Jalan Sultan Adam, Banjarmasin Utara,” katanya beberapa waktu lalu.

Royzani Sjachri bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Setelah itu Royzani membangun Kompleks Tata Banua Indah Dua yang berlokasi di Jalan Grilya, Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan. Hingga akhirnya sudah mampu menggaji pegawai.

“Saya serahkan ke pegawai, saya mengurus perencanaan pengembangan proyek selanjutnya,” tutur pria yang memiliki filosofi hidup plan, action, checking forward and backward,dan improvisasi untuk diferensiasi ini.

Dari Kompleks Tata Banua Indah Dua lahirlah Graha Mahatama dan Mahatama Regency di lokasi yang sama dari pengembangan proyek. Kemudian pembangunan di Banjarbaru di D’Mahatama Golf dan Villa, Mahatama.

“Tahun 2006, saya mengubah nama perusahaan menjadi PT Investasi Berkah Mahatama dengan brand Mahatama Properti,” imbuh ayah tiga anak ini.

Tahun 2019 merupakan tahun yang penuh tantangan dan gejolak, perang dagang antara AS dan China yang tak kunjung mereda berdampak pada perekonomian dalam negeri, terutama terhadap sektor usaha. Royzani mengakui hal ini berpengaruh karena dari segi daya serap masyarakat sendiri agak menurun.

“Jadi kami tidak melakukan ekspansi lahan yang mengurangi kas perusahaan. Kami juga tidak melakukan pembiayaan ke perbankan karena dihadapkan ketidakpastian ini. Sehingga, untuk sementara kami tahan dulu, kami manfaatkan land banking yang ada semaksimal mungkin supaya cash flow-nya bisa terjaga serta devisa perusahaan pun terjaga dan meningkat. Diharapkan kalau meningkat, nantinya kami bisa berekspansi dengan land banking berikutnya yang lebih aman,” terang suami Iin Yuliana Manopoini ini.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.