Rabu, 19 Februari 20

Henry Yosodiningrat: Hidup adalah Pengabdian

Henry Yosodiningrat: Hidup adalah Pengabdian
* Dr. Henry Yosodiningrat S.H., M.H., Founder of Law Firm Henry Yosodiningrat & Partners. (Foto: Sutanto/Men’s Obsession)

Selama lima tahun menjadi Anggota DPR RI periode 2014-2019, Henry Yoso, begitu ia kerap disapa, telah menjalankan perannya secara maksimal sebagai penyambung lidah rakyat dari Dapil II Lampung. Setelah purna tugas, advokat tersohor negeri ini pun bertekad mewakafkan sisa usianya untuk mengabdi kepada negeri ini, seperti menyelamatkan generasi bangsa dari kejahatan narkotika dan mencetak advokat-advokat yang berkarakter demi terwujudnya penegakan hukum yang profesional dan bermartabat.

 

Bagi Henry hidup adalah pengabdian, yang tidak harus ditempuh dengan duduk di kursi parlemen, banyak cara yang bisa dilakoni. “Saya sudah selesai dengan diri saya sendiri, tidak lagi memikirkan kekayaan dan jabatan, tapi masih banyak orang yang masih perlu saya perhatikan. Oleh karenanya, sebagai penggagas, pendiri, dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Nasional Anti-Narkotika (Granat), saya kembali fokus mengabdi keliling Indonesia. Selama beberapa bulan saja, saya sudah mendatangi Maluku, Maluku Tenggara, ke pelosok-pelosok negeri untuk menyelamatkan bangsa dari narkotika,” urai politisi PDI Perjuangan ini.

Granat yang kini sudah berusia 20 tahun boleh dikatakan perkembangannya sangat pesat, hampir semua kabupaten, kota, sampai ke pulau terluar sudah di bentuk badan pelaksana dengan cabang dan sebagainya. “Di sekolah-sekolah tinggi dan pemukiman juga sudah ada cabang-cabang, relawan pun terus bertumbuh,” ungkapnya.

Henry menuturkan, narkoba itu lebih berbahaya dari korupsi karena bisa menghilangkan satu generasi. Ini menjadi sebuah ‘PR’ besar karena jumlah penyalahguna narkoba tidak juga menurun. Tak hanya itu, masuknya barang-barang haram tersebut ke Tanah Air juga semakin meningkat. “Nah, upaya yang dilakukan oleh Granat adalah membantu pemerintah dengan segala upaya secara konsepsional dan sistemastis dalam 4 hal, yakni mencegah masuknya narkoba ke wilayah NKRI, memberantas peredaran gelap narkoba, mencegah terjadinya penyalahgunaan di semua kalangan, dan menanggulangi korban,” terang Henry.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5 6 7

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.