Natal Bersama Kemenko PMK, Kemenko PM, dan BP Taskin Teguhkan Spirit Keluarga dan Pelayanan Publik

Obsessionnews.com — Perayaan Natal Bersama yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) dan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan nilai kekeluargaan dalam pengabdian kepada bangsa. Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, perayaan ini berlangsung khidmat di Ruang Heritage Kemenko PMK, Jumat (23/1/2026).
Momentum Natal dimaknai bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga pengingat akan esensi pelayanan publik yang berpijak pada nilai kemanusiaan dan penguatan keluarga sebagai fondasi pembangunan. Dalam sambutannya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menegaskan bahwa seluruh mandat dan kerja-kerja Kemenko PMK pada hakikatnya berorientasi pada keluarga.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan perayaan Natal dengan penuh dedikasi. Menurutnya, penghargaan terhadap kerja bersama dan kebersamaan merupakan nilai yang sejalan dengan semangat Natal itu sendiri.
“Tugas kita di Kemenko PMK pada dasarnya adalah tentang keluarga. Apa pun program dan kebijakan yang kita koordinasikan, ujungnya adalah memperkuat ketahanan dan kesejahteraan keluarga Indonesia,” ujar Menko PMK.
Menko PMK menjelaskan bahwa peran setiap deputi di lingkungan Kemenko PMK saling terkait dalam mendukung keluarga. Upaya penguatan pengasuhan anak dan keluarga, peningkatan kesehatan fisik, mental, dan sosial, hingga perluasan akses pendidikan yang setara menjadi bagian dari kerja terpadu. Penguatan karakter bangsa, termasuk literasi digital dan kecerdasan buatan yang bijak, serta penanganan kebencanaan dengan pendekatan build back stronger juga ditempatkan dalam kerangka membangun keluarga dan masyarakat yang tangguh.
Dalam suasana yang penuh kehangatan, Menko PMK turut mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan keluarga. Ia mengajak seluruh pegawai untuk menjaga semangat kerja yang positif tanpa mengorbankan ruang bagi diri sendiri dan keluarga.
“Kita ingin membangun suasana kerja yang sehat dan bermakna. Bukan ‘I hate Monday’, tetapi ‘Monday, I’m falling in love’,” tuturnya, disambut senyum dan tepuk tangan hadirin.
Perayaan Natal Bersama ini juga dihadiri Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko serta Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison. Kehadiran lintas kementerian dan lembaga tersebut menegaskan semangat sinergi dalam pelayanan publik, khususnya dalam isu pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

Nuansa inklusivitas terasa kuat melalui keterlibatan Yayasan Pendidikan Dwituna Rawinala, lembaga yang secara konsisten mendampingi dan mendidik penyandang disabilitas netra majemuk. Anak-anak dari yayasan tersebut turut menampilkan seni, menghadirkan pesan tentang kesetaraan, harapan, dan kasih yang menjadi inti perayaan Natal.
Ibadah Natal dipimpin oleh Pelayan Firman Yanwardi Koto, sementara pesan Natal disampaikan oleh Romo Agustinus Heri Wibowo. Dalam pesannya, Romo Heri menekankan bahwa Natal adalah peristiwa iman yang membumi, ketika Allah hadir dan berjalan bersama manusia. Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan unit terkecil namun paling menentukan dalam kehidupan bangsa.
“Jika keluarga kuat, negara akan selamat,” ujarnya, meneguhkan pesan bahwa pembangunan manusia dan kebudayaan harus berangkat dari rumah dan relasi yang sehat di dalam keluarga.
Perayaan Natal Bersama ini menjadi ruang kebersamaan lintas iman dan institusi, sekaligus pengingat bahwa pelayanan publik yang berakar pada nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kekeluargaan akan melahirkan kebijakan yang lebih empatik dan berpihak pada rakyat. (Ali)





























