OKI Kecam Keras Pembakaran Alquran di Denmark

OKI Kecam Keras Pembakaran Alquran di Denmark
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras pembakaran Alquran oleh kelompok ekstremis di luar kedutaan Irak di Kopenhagen, ibu kota Denmark. Sekretaris Jenderal OKI Hissein Brahim Taha, Minggu (23/7/2023), menyatakan dalam sebuah pernyataan ketidakpuasannya yang mendalam atas insiden berulang pelanggaran terhadap kesucian Islam. Dalam sebuah pernyataan Hissein mengatakan, tindakan seperti itu merupakan hasutan untuk kebencian, intoleransi, dan diskriminasi agama, karena ia memperingatkan konsekuensi berbahaya dari tindakan tersebut. Dia juga mencatat bahwa provokasi semacam itu bertentangan dengan semangat Pasal (19) dan (20) Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik dan tidak dapat dibenarkan dengan dalih kebebasan berekspresi atau berpendapat. Taha mengatakan, bahwa hak atas kebebasan berekspresi dan berpendapat memerlukan tanggung jawab di bawah hukum internasional, yang dengan jelas melarang setiap hasutan untuk kebencian, intoleransi dan diskriminasi agama. Dia juga menggarisbawahi ketentuan resolusi tentang memerangi kebencian agama yang merupakan hasutan untuk diskriminasi, permusuhan atau kekerasan, yang baru-baru ini diadopsi oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB. HisseinĀ  mendesak pemerintah Denmark untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah terulangnya tindakan provokatif semacam itu dan menghindari akibatnya. (ArabNews/Red)