Selain Jadi Wamendes PDT, Paiman Raharjo Juga Pencipta Lagu dan Pandai Menjadi Dalang

Selain Jadi Wamendes PDT, Paiman Raharjo Juga Pencipta Lagu dan Pandai Menjadi Dalang
Obsessionnews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik Paiman Raharjo sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDT), di Istana Merdeka, Senin (17/7/2023) sekitar pukul 09.00 WIB. Paiman mengisi jabatan Wamendes PDT yang ditinggalkan Budi Arie Setiadi karena dilantik jadi Menkominfo oleh Jokowi pada hari ini juga. Namun, tahukah Anda, selain berkecimpung di dunia pendidikan dan pemerintahan, ternyata ada hal menarik untuk diulik dari sosok Paiman, selain kisah inspiratifnya, ternyata ia juga pandai menciptakan lagu. Bahkan, telah merilis album yang berisi 16 lagu. Baca juga: Ini Rekam Jejak Paiman Raharjo sampai Jadi Wamendes PDT “Album tersebut saya cetak 1.000 keping, dibanderol harga Rp30 ribu dan sudah ludes terjual. Tapi saat ini sudah tidak cetak lagi, karena orang-orang sudah bisa mendengarkannya di kanal youtube saya: @Paiman Raharjo,” ungkap Paiman kepada obsessionnews.com, beberapa waktu lalu. Paiman mengaku, kebolehan tersebut ia pelajari secara otodidak. “Pertama kali saya menciptakan lagu berjudul “Paiman Si Tukang Sapu”. Lagu yang dibawakan oleh Jhoni Timbangnusa tersebut berkisah tentang kehidupan saya,” paparnya. Meski belajar secara otodidak, Paiman mampu menciptakan lagu dalam waktu yang singkat. “Saya buat liriknya kemudian iramanya. Genrenya bermacam-macam disesuaikan dengan lagunya. Waktu yang saya butuhkan dalam menciptakan lagu relatif singkat bahkan ketika Pak Erick Thohir meminta saya membuat lagu untuknya hanya membutuhkan waktu lima menit. Beliau pun senang dengan lagu ciptaan saya,” kenangnya. Baca juga: Perombakan Kabinet, Jokowi Lantik Menkominfo dan Lima Wakil Menteri Baru  Selain pandai membuat lagu, Paiman juga bisa mendalang. Kebolehan tersebut tak luput dari kebiasaanya mendengarkan cerita wayang sebelum tidur. “Saya suka mendalang bertema filosofi kehidupan. Banyak pengalaman hidup saya yang mengadopsi kisah-kisah itu,” tambahnya. Paiman tak menampik bahwa mendalang itu susah, harus telaten dan sabar. Terlebih tembang-tembang yang ada di dalam cerita itu kan banyak dan tak mudah untuk dihapalkan. “Namun, tatkala kita sudah mencintai sesuatu, meski susah bisa terasa mudah,” terang pria yang mengagumi dalang Ki Anom Suroto ini. Kecintaannya terhadap wayang juga ia tunjukkan dengan menjadikan bagian rumahnya yang di Jakarta sebagai tempat khusus untuk karawitan, “Luasnya 1.000 meter, di sana ada kos-kosan dan tempat khusus karawitan. Di sana ada gamelan full set, kami biasa latihan setiap malam minggu,” ujar Paiman.