Perempuan Berperan dalam Upaya Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19

Jakarta, obsessionnews.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawatimenuturkan, dahulu perjuangan RA Kartini agar perempuan mendapatkan kesempatan memperoleh akses pendidikan dan kesetaraan kedudukan dengan laki-laki. Saat ini peran dan kontribusi perempuan menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan dalam upaya pemulihan, reformasi, serta transformasi ekonomi akibat pandemi Covid-19. Baca juga:Penjelasan Sri Mulyani tentang Kondisi Perekonomian Nasional dan Dunia Saat IniMeriahkan Hari Kartini, PT KAI Daop 1 Jakarta Beri Bunga kepada Penumpang PerempuanMuhadjir Sebut Dana Abadi Pendidikan untuk Pasca Covid-19 "Saya akan memulai topik hari ini mengenai Woman in Tax mungkin didalam konteks pandemi covid 19 yang sedang dihadapi oleh kita semuanya. Kita melihat dampak dari pandemi ini tentu pertama adalah pada bidang kesehatan yang kemudian berimbas kepada masalah sosial dan ekonomi," ujar Sri mengawali keynote speech-nya dalam Webinar Woman In Tax bertema Peran Perempuan Dalam Perpajakan Indonesia, Rabu (21/4/2021). Dikutip obsessionnews.com dari situs kemenkeu.go.id, Kamis (22/4), dalam webinar yang diselenggarakan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEM FEB) Universitas Indonesia ini Sri mengemukakan, dalam situasi pandemi saat ini ber dampak bagi pekerja di sektor kesehatan maupun sosial yang dominasinya adalah perempuan. Selain itu, dengan adanya mobilitas yang dibatasi, maka kemudian sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini didominasi oleh perempuan juga akan menjadi terancam. Halaman selanjutnya “Seperti yang saya sampaikan tadi kalau mayoritas pelaku ekonomi adalah UMKM. Maka kita akan membuat kebijakan dalam hal ini pemberian fasilitas pajak final UMKM yang kecil yang akan menguntungkan untuk perempuan karena mayoritas pekerja dan pemilik usaha UMKM itu perempuan," ungkapnya. Sri juga mengajak para pemimpin perempuan yang ada untuk memberikan pandangan, pemihakan, dorongan dan bimbingan kepada pekerja perempuan, sehingga tetap terus bisa meningkatkan karirnya dan mengubah persepsi beberapa pekerjaan yang selalu dijabat oleh laki-laki, juga bisa dikerjakan oleh perempuan. "Tentu sebagai kepala atau pimpinan dari institusi, maka kita juga harus memberikan pandangan dan juga dorongan termasuk bimbingan terutama kepada para pekerja perempuan kita, karena saya melihat sendiri banyak sekali potensi perempuan-perempuan yang tidak kalah dibandingkan laki-laki di dalam menjabat suatu posisi," tegas Sri. Terakhir dia berpesan kepada para perempuan untuk terus menjaga semangat Ibu Kartini dengan memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan lainnya untuk maju, sehingga niscaya, bangsa Indonesia akan semakin kuat dalam membangun peradaban dan juga martabatnya dalam rangka mencapai tujuan masyarakat adil makmur. (red/arh)





























