Mantul Nih! DKI Jakarta Menangkan STA 2021

Mantul Nih! DKI Jakarta Menangkan STA 2021

Jakarta, Obsessionnews.com - Mantul nih! Di bawah kendali kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan DKI Jakarta banyak meraih prestasi yang cemerlang. Salah satu di antaranya DKI Jakarta berhasil memenangkan Sustainable Transport Award (STA) 2021 atas program integrasi antarmoda transportasi publik yang terus dikembangkan.

Baca juga:

Politisi PBB Geram Terhadap Ferdinan yang Sebut Anies Baswedan Bodoh

Peruri Salurkan Bantuan Bina Lingkungan di Berbagai Wilayah Jabar dan DKI Jakarta

Diumumkan pada konferensi transport internasional, MOBILIZE 2020, Jumat (30/10/2020), Jakarta menjadi kota pertama di Asia Tenggara yang memenangkan penghargaan STA, dan  mengalahkan kota - kota besar dunia, setelah pada tahun lalu menduduki peringkat kedua atau mendapat gelar 'Honorable Mention'.

Halaman selanjutnya

Dikutip obsessionnews.com dari akun Facebook Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (31/10), keberhasilan Jakarta diraih melalui berbagai upaya berkelanjutan di bidang transportasi sebagai berikut:

Pertama, mengintegrasikan mikrobus (angkot) dengan layanan Transjakarta, di mana 10 operator angkot sepakat untuk bergabung dengan Transjakarta.

Kedua, menghadirkan MRT Jakarta dan LRT Jakarta tahun lalu yang juga menjadi momentum besar bagi sistem transportasi publik di Jakarta.

Ketiga, mengintegrasikan layanan transportasi, baik fisik maupun pembayaran. Hal itu terbukti dengan dibangunnya stasiun-stasiun dan rute-rute Transjakarta yang terintegrasi dengan MRT Jakarta, LRT Jakarta, serta mikrobus.

Halaman selanjutnya

Keempat, kawasan transportasi publik milik DKI Jakarta dengan perusahaan transportasi publik milik negara, yakni KRL xommuter line. Bertujuan untuk menjadi hub transportasi yang memberi kemudahan, keamanan, dan kenyamanan bagi warga. Pada tahap pertama, stasiun yang ditata adalah Stasiun Tanah Abang, Stasiun Juanda, Stasiun Sudirman, dan Stasiun Pasar Senen.

Kelima, mengembangkan armada bus listrik yang ramah lingkungan. Upaya ini dilakukan oleh Transjakarta dan telah diujicobakan tahun ini. Transjakarta juga mempunyai target untuk mengubah semua armadanya menjadi bus listrik pada 2030.

Keenam, mengubah fungsi Terowongan Kendal sebagai area khusus pejalan kaki yang nyaman untuk menghubungkan stasiun KRL, stasiun MRT Jakarta, stasiun kereta bandara dan halte Transjakarta. Fasilitas ini dibangun sebagai upaya pendukung program integrasi transportasi, namun juga tetap mempertimbangkan kenyamanan warga.

Halaman selanjutnya

Ketujuh, upaya berkelanjutan pembangunan jalur sepeda yang hingga saat ini telah dibangun 63 km. Ke depan, direncanakan pembangunan 500 km jalur sepeda terproteksi. Upaya merencanakan jalur sepeda ini terbayar ketika masa pandemi COVID-19, di mana terjadi lonjakan pesepeda hingga 10 kali lipat di ruas-ruas jalan utama Jakarta. Hal ini kemudian diperkuat dengan diimplementasikannya pop up bike lane (jalur sepeda terproteksi sementara) dan Peraturan Gubernur No. 51 Tahun 2020 yang menginstruksikan untuk memprioritaskan pejalan kaki dan pesepeda selama Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) berlangsung.

Kedelapan,  mengubah fungsi fasilitas park and ride Thamrin 10 yang sebelumnya merupakan area parkir kendaraan pribadi menjadi ruang usaha ekonomi kreatif. Hal ini merupakan upaya untuk menggalakkan pembatasan kendaraan bermotor pribadi di pusat kota.

Selamat, warga Jakarta!  (arh)