Kereeen..! Unggah 5.712 Video Moderasi Beragama, UIN Walisongo Diganjar Rekor MURI

Kereeen..! Unggah 5.712 Video Moderasi Beragama, UIN Walisongo Diganjar Rekor MURI
Semarang, Obsessionnews.com - Banyak cara memperingati Hari Santri. Salah satunya yang dilakukan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jawa Tengah. Memanfaatkan momentum Hari Santri 2020 UIN Walisongo mengunggah video dengan konten moderasi beragama. Total ada 5.712 video yang diunggah mahasiswanya. Unggahan ini diganjar dengan catatan rekor pada MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia). Kereeen..!   Baca juga:ASN Diusulkan Jadi Sasaran Utama Moderasi BeragamaKemenag Terus Perkuat Pengarusutamaan Moderasi Beragama   Rekor MURI ke-9.686 ini diserahkan kepada Rektor UIN Walisongo Imam Taufiq di Ruang Promosi Doktor Gedung Kopertais Lantai 3 Kampus 1 UIN Walisongo, Semarang, Senin (26/10/2020). Halaman selanjutnya Senior Manager MURI Sri Widayati menuturkan, pihaknya mencatat 5.712 uggahan video moderasi beragama oleh mahasiswa. Ini jumlah terbanyak, mengalahkan rekor sebelumnya yang ditorehkan Universitas Islam Malang (UNISMA) pada 2 Oktober 2020 dengan 3.833 video. “Prestasi ini resmi kami catat di rekor MURI yang ke-9.686 dianugerahkan kepada UIN Walisongo Semarang. Prestasi ini diharapkan bisa menjadi spirit dan motivasi anak bangsa untuk terus menebarkan moderasi agama ke khalayak luas,” tutur Sri seperti dikutip obsessionnews.com dari situs Kementerian Agama (Kemenag), Selasa (27/10). Halaman selanjutnya Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengapresiasi inovasi UIN Semarang. Menurutnya, inisiatif tersebut sangat kreatif, sekaligus menjadikan UIN Semarang sebagai lokomotif dalam diseminasi moderasi beragama. “Sudah saatnya konten-konten moderasi beragama didesiminasi secara massif, terutama melalui media sosial. Sebab, ruang media sosial saat ini menjadi sumber informasi sekaligus kanal pengetahuan yang mudah diakses seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati, Bandung ini. Pria yang akrab disapa Dhani ini menambahkan, moderasi beragama itu ibaratnya oksigen yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia dan seluruh dunia, untuk melanjutkan nafas kehidupan agar lebih produktif. “Maka kita butuh oksigen yang baik, yang bersih, dan sehat untuk kelangsungan kehidupan kita. Oksigen itu adalah moderasi beragama,” ujarnya. Halaman selanjutnya Rekor UIN Walisonngo, Imam Taufiq menyatakan, civitas akademika UIN Walisongo sudah mendeklarasikan diri menjadi kampus yang ramah dan santun. Identitas ini juga sudah disebarkan secara luas. “Walisongo merupakan sosok yang sangat sukses berdakwah di masyarakat, tanpa meninggalkan kekerasaan dan kebencian. Dakwahnya diterima dengan mudah oleh semua lapisan masyarakat. Sekarang, seluruh masyarakat di mana pun dan kapan pun berada bisa berpartisipasi nenebarkan gagasan santun dan ramah sebagaimana yang diajarkan Walisongo,” ujar pengasuh pondok pesantren Be-Songo, Semarang. “Saatnya kita mengajak, menyapa dan menularkan komitmen ini kepada orang luar sebanyak-banyaknya. Dengan menebarkan konten kesantunan dan kedamaian ini, diharapkan akan terbangun suasana yang lebih ramah,” sambungnya. Halaman selanjutnya Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kemenag Suyitno menegaskan, kebijakan moderasi beragama perlu dikampanyekan dan diimplementasikan secara konkret oleh seluruh civitas akademika PTKI. “Diktis telah mengambil langkah terkait pendirian rumah moderasi beragama, kuliah kerja nyata (KKN) moderasi beragama, dam kebijakan insersi perkuliahan berbasis moderasi beragama di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam,” tutur Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini. Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kemenag Suwendi menyebutkan bahwa di musim pandemi Covid-19 pelaksanaan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan mahasiswa berupa KKN telah dilaksanakan secara daring, yang di antaranya mendorong moderasi beragama melalui dunia digital. “Mahasiswa diminta untuk menjadi bagian dari gerakan moderasi beragama secara proaktif melalui berbagai pendekatan, termasuk ruang digital dan media sosial dari rangkaian program KKN di masa pandemi covid-19,” tands doktor UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, ini. (arh)