Kegiatan Kampanye Pilkada 2020 Jangan Sampai Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19

Kegiatan Kampanye Pilkada 2020 Jangan Sampai Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19
Jakarta, Obsessionnews.com - Sesuai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No.2/2020, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan dilaksanakan pada Desember 2020. Dilaksanakan di 270 daerah pemilihan (Dapil), mencakup sembilan provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. Karena faktor pandemi Covid-19, pelaksanaan pemungutan suara digeser ke 9 Desember 2020, dari rencana sebelumnya 23 September 2020.   Baca juga: Pilkada 2020, Bamsoet: Sosialisasi Figur Paslon Harus Berpatokan pada Protokol KesehatanTokoh dan Warga Nahdliyin Tangsel Diimbau Dukung Nur Azizah di PilkadaBamsoet Bantah Soal Usulan Kepemilikan Senjata Api Buat Sipil   Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, bisa diasumsikan pasangan calon (paslon) dan tim suksesnya di semua daerah pemilihan (dapil) kini mulai beraktivitas melakukan persiapan. "Aktivitas seperti itu wajar saja. Akan tetapi, harus diingat dan digarisbawahi bahwa semua aktivitas itu berlangsung di tengah pandemi Covid-19, yang mewajibkan siapa saja patuh pada protokol kesehatan;menjaga jarak, penggunaan masker dan rajin cuci tangan," tutur politisi Golkar yang akrab disapa Bamsoet ini dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/8/2020). Halaman selanjutnya Untuk mencegah perilaku dan tindakan ceroboh, lanjutnya, semua paslon harus mengingatkan kepada tim sukses dan massa pendukungnya, bahwa aktivitas persiapan Pilkada kali ini dipastikan sangat berbeda dengan Pilkada-pilkada sebelumnya. "Pun akan sangat ideal jika semua paslon dan tim suksesnya bertekad untuk tidak akan menimbulkan klaster baru Covid-19 dari semua rangkaian kegiatan mereka. Tekad atau kesadaran seperti ini akan mendorong paslon dan tim sukses lebih berhati-hati, dan mau bisa bersikap tegas dalam mengendalikan aktivitas para pendukung," ujar Bamsoet. Menurutnya, risikonya akan sangat besar jika Paslon tidak mampu mengendalikan pergerakan pendukung, karena komunitas pemilih akan punya persepsi negatif tentang paslon bersangkutan. "Dengan begitu menjadi sangat penting jika para paslon mau berkomitmen untuk mengendalikan massa pendukung agar tidak turun ke jalan atau membuat kerumunan orang," ujar Bamsoet. Halaman selanjutnya Ia berpendapat persiapan Pilkada serentak yang lazim diiisi dengan kegiatan kampanye jangan sampai menjadi klaster baru penularan Covid-19. 'Memang betul bahwa protokol kesehatan untuk mendukung Pilkada 2020 sudah ditetapkan. Namun, mendekati pelaksanaan Pilkada, potensi tantangannya tetap ada, yakni kemungkinan terjadinya pengerahan massa pendukung para paslon," kata Bamsoet. Maka, lanjutnya, komitmen serta tanggung jawab para paslon dan tim suksesnya masing-masing untuk tidak mengerahkan massa pendukung selama periode kampanye juga sangat diperlukan. (arh)