Postur APBN 2021 Harus Dirancang untuk Antisipasi Gelombang Kedua Pandemi Covid-19

Postur APBN 2021 Harus Dirancang untuk Antisipasi Gelombang Kedua Pandemi Covid-19
Jakarta, Obsessionnews.com- Situasi ekonomi global masih berkembang sangat dinamis, dan pandemi Covid-19semakin menimbulkan ketidakpastian terhadap ekonomi dunia. Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di akun Facebooknya, Rabu (29/7/2020).   Baca juga:Kasus Covid-19, Jokowi: Turunkan Angka Kematian Serendah-rendahnyaAirlangga: Pemerintah Terus Dorong Terciptanya Vaksin Covid-19Jokowi: IMF Memprediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berada di Tiga Besar Setelah Tiongkok dan India   “Itulah sebabnya postur APBN kita tahun 2021 harus dirancang untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Termasuk mengantisipasi risiko terjadinya gelombang kedua pandemi Covid-19, serta masih berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global di tahun 2021,” kata Jokowi. Karena itulah, lanjutnya, dalam rapat terbatas membahas postur APBN Tahun 2021 kemarin, Rabu (28/7), Jokowi menekankan sejumlah hal, di antaranya kalkulasi cermat terhadap angka-angka indikator ekonomi makro, hati-hati, optimistis, tapi juga harus realistis dengan mempertimbangkan kondisi dan proyeksi terkini. Selain itu, ujar Jokowi, prioritas penggunaan anggaran dan pelebaran defisit APBN tahun 2021 mendatang juga harus fokus pada upaya pembiayaan kegiatan percepatan pemulihan ekonomi dan transformasi di berbagai sektor. Seperti reformasi di bidang kesehatan, pangan, energi, pendidikan, dan percepatan transformasi digital. “Sumbangan APBN pada produk domestik bruto Indonesia hanya berkisar 14,5 persen. Di tengah situasi pandemi saat ini, belanja pemerintah kita dorong untuk menjadi daya ungkit perekonomian masyarakat yang diharapkan berimplikasi pada turut pulihnya sektor swasta dan UMKM,” kata Jokowi. (arh)