Kembalikan Kepercayaan Wisatawan dengan Tampilkan Konten yang Beri Inspirasi

Jakarta, Obsessionnews.com - Penurunan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi wisata akibat Covid-19 terjadi di seluruh negara di dunia, tak hanya di Indonesia saja. Untuk itu, mengembalikan kepercayaan wisatawan dianggap sebagai kunci sukses dalam upaya pemulihan sektor pariwisata di Tanah Air. Berkaca dari negara-negara lain yang telah mampu pulih dari Covid-19, pasar dalam negeri akan berjalan terlebih dahulu untuk hal semacam itu. Strategi ini juga akan dijalankan Kemenparekraf/Baparekraf dengan kampanye #DiIndonesiaAja dengan segmentasi pasar keluarga, pasangan, wisatawan perorangan (FIT), dan pemerintah. Baca juga: Tingkatkan Kepercayaan Wisatawan Kunci Sukses Pemulihan Pariwisata Begitu juga untuk pasar wisatawan mancanegara, dengan menyiapkan strategi kampanye #DreamNowTravelTomorrow sebagai branding protokol Cleanliness, Health and Safety (CHS). Yaitu menyampaikan pesan kepada wisatawan mancanegara (wisman) terkait protokol kesehatan dan inspiring content dan tetap menjaga komunikasi dengan partner di originasi dan destinasi untuk tetap hadir dan memberikan inspirasi di pasar. "Intinya kita harus bisa hadir di pasar dengan menampilkan konten-konten yang memberi inspirasi pada wisatawan," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6/2020). Baca juga: Kemenparekraf Dorong Industri Parekraf Lakukan Remodelling Sementara itu, Duta Besar LBPP Indonesia untuk Laos Pratito Soeharyo mengatakan, pihaknya juga akan mendorong para diaspora Indonesia, terutama yang berada di Laos untuk mempromosikan kebijakan pariwisata Indonesia. Pratito mengaku, pihaknya juga telah memiliki berbagai program untuk mempromosikan pariwisata Indonesia di Laos. Salah satunya mendorong pembukaan penerbangan langsung dari Luang Prabang ke Bali. "Kita juga telah memiliki rencana program untuk famtrip Key Opinion Leaders dan jurnalis dari Laos," kata Pratito. Baca juga: Kemenparekraf Perkuat Sinergi Untuk Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Hal senada juga dikatakan oleh Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Kosmas Harefa. Dia mengatakan, pihaknya memiliki 13 program dalam mendukung sektor pariwisata di masa normal baru atau pascapandemi Covid-19. Di antaranya melakukan sinkronisasi anggaran belanja terkait pariwisata yang tersebar di berbagai kementerian/lembaga juga mendorong anggaran belanja perjalanan dinas dalam negeri (termasuk kegiatan MICE) seluruh kementerian atau lembaga agar dialokasikan ke daerah yang bergantung pada sektor pariwisata. "Jumlah ini tidak sedikit, ini bisa jadi kekuatan perekonomian di destinasi kita," kata Kosmas. (Poy)





























