RA Kartini Pelopor Kebangkitan Perempuan Pribumi

RA Kartini Pelopor Kebangkitan Perempuan Pribumi
Jakarta, Obsessionnews.com– Setiap tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Hari ini, Selasa (21/4/2020), bertepatan dengan Hari Kartini, berita tentang Kartini menjadi trending topic di mesin pencari Google dan Twitter wilayah Indonesia.   Baca juga:Srikandi Garuda di Sudan Rayakan Hari Kartini300 Polantas Dikerahkan Untuk Kelancaran Kartini Run 2018Sambut Hari Kartini Cegah Kanker Serviks   Dikutip obsessionnews.com dari wikipedia Raden Ajeng (RA) Kartini dilahirklan di Jepara, Jawa Tengah (Jateng), 21 April 1879. Ia mengembuskan napas terakhirnya di di Rembang, Jateng, 17 September 1904. Kartini adalah Pahlawan Nasional Indonesia. Ia dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Kartini berasal dari kalangan priayi atau kelas bangsawan Jawa. Ia putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi Bupati Jepara setelah Kartini lahir. Kartini putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI. Garis keturunan Bupati Sosroningrat bahkan dapat ditilik kembali ke istana Kerajaan Majapahit. Semenjak Pangeran Dangirin menjadi bupati Surabaya pada abad ke-18, nenek moyang Sosroningrat mengisi banyak posisi penting di Pangreh Praja. Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristrikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tingg, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo. Halaman selanjutnya Kartini anak kelima dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun dan dikenal pada pertengahan abad ke-19 sebagai salah satu bupati pertama yang memberi pendidikan Barat kepada anak-anaknya Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. (arh)