Ini Ungkapan Menarik dari Maulana Jalaluddin Rumi tentang Salat

Ini Ungkapan Menarik dari Maulana Jalaluddin Rumi tentang Salat
ADA ungkapan menarik dari Maulana Jalaluddin Rumi tentang salat. Salat sebagai gerakan fisik memiliki permulaan dan akhir. Takbir adalah permulaan salat. Dan salat adalah akhirnya.   Baca juga:Salat di Masjid Uighur, Turis Malaysia Ditangkap Polisi ChinaPemain Timnas Indonesia U-22 Salat Jumat di Mal FilipinaKetum Parmusi: Salat Subuh Berjamaah adalah Cermin Kebangkitan Umat IslamKashmir Dikuasai India, Salat Jumat Diawasi TentaraSalat Deddy Dikritik, Gus Miftah: Yang Islam Sejak Bayi Juga Banyak Tak Salat   Begitu juga syahadat. Syahadat bukanlah sekadar ucapan lisan. Ia pun memiliki permulaan dan akhir, juga memilii bentuk dan kemasan. Setiap kalimat yang diucapkan dengan huruf dan suara memiliki permulaan dan akhir. Serta memiliki bentuk dan kemasan. Sementara ruh dari kalimat itu tidak dibatasi apapun dan tak tepermanai, tak punya awal dan akhir. Nabi Muhammad menjelaskan perihal salat kepada kita. Nabi bersabda,"Aku memiliki waktu bersama Allah yang tak dapat disusupi oleh seorang nabi yang membawa pesan atau malaikat terdekat sekali pun." Jadi jelas, menurut Rumi, ruh salat bukan bentuk lahiriahnya saja. Ruh salat adalah ketenggelaman jiwa secara utuh dan ketakhadiran tubuh, meninggalkan seluruhnya bentuk lahiriah di luar. Tak tersisa ruang sedikit pun, bahkan untuk malaikat Jibril. (Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute)